Senin, 17 Desember 2012

My love is my teacher






Main Cast.

SHINee Lee Taemin as TaeMini
SHINee Choi Minho

Genre : Love Romantic.

Part 1.
Minho POV

Aku adalah seorang Mahasiswa jurusan Teknologi komputer. Sebenarnya basic ku di bidang musik , hanya orang tuaku menyuruhku untuk menjalaninya, Namun sekarang ini aku sudah berada di semester akhir, dan besok adalah hari wisudaku , semoga aku cepat mendapatkan pekerjaan, karna aku kasihan pada appa ku yg sudah tua itu untuk terus membiayai hidupku, maklum saja dia hanyya seorang PNS  biasa.

Next Day.

Aku berlari menuuju gedung diman atempat wisuda di laksanakan, sementara appaku sudah menunggu di dalam,
"hosh hosh hosh !! " aku berlari sekuat tenaga dan akhirnya sampai .
Proses wisuda pun di mulai

1 Hours 
Acara pun selesai , semua chinguku berfoto dengan keluuarga mereka.
sementara aku sama skali tidak tahu harus berbuat  apa, karna apa boleh buat kamera miliku sudah kuu jual untuk biaya skripsi kemarin.
appa menatap ke arahku.
"Gwenchana ^^ .. mari kita berfoto di studio dekat rumah " ajak appa padaku sambil memegang tanganku.

kami pun pergi menuju studio foto jadul yg berada dekat rumah.

aku membonceng appa dengan skuter tua milik kami ,

" appa !! setelah foto mari kita makan kue beras yg pedas di sana!!" tunjukku pada sebuah warung jajanan pinggir kota.

"ne !!" kata apa yg memeluk pinggangku erat.

Taemini POV
Aku berjalan di tengah kota, ku rasakan sepi serasa aku hanya sendiri,
aku membuka biolaku , dan memandanginya , tak lama ada semprotan air mancur di tengah kolam yg ada di depan ku.
aku pun memotret kolam itu, karna sebenarya aku sangat suka memotret.

Aku adalah siswi kelas 3 SMU , tahun ajaran baru saja di mulai, dan tidak ada perubahan, aku tetap saja merasa bosan, karna aku tidak pernah mempunyai teman sejak dulu. mungkin karna aku ini aneh.

Dulu aku punyya seorang oppa , tapi karna sebuah kecelakaan ia meninggal ,dan semua itu karna aku,

Flashback
"Saeng !! " 
" Ne oppa .. wae? " 
"tolong ambilkan aku itu"
kata oppa menunjuk ke arah benda hitam yg ternyata itu adalah pistol. 
"ne !!" kataku mengambilkan , karna sungguh aku tidak tahu apa itu , aku baru berumur 7 tahun. 

Daaaarrrrrr !!

suara tembakan menghantam dada Jinki oppa .
seketika ia tak sadarkan diri 
apa yg bisa ku lakukan hanya menangis karna oppa lee telah matti. 

End

 aku pun akhirnya tinggal bersama ahjummaku , karna orangtuaku sangat sibuk .

Tapi disitulah  aku rasakan penderitaanku bertambah bayak . Aku mengalami trauma psikologis saat umurku 13 tahun hingga aku masuk RSJ di Cheonsang ,
Setelah umurku beranjak 15 tahun aku kembali di asuh oleh orangtuaku.

Minho POV
Aku berjalan kembali ke jalan menuju warung jajanan kue beras bersama appa, karna studio foto tua itu tutup, terpaksa kami hanya bisa membeli kue beras untuk merayakan hari sarjana ku.

Sudah sampai di depan warung , aku melihat ada seorang yeoja , dia memakai seragam SMU.
"Neumu yeppo !" ujarku tanpa sadar memandangi yeoja berambut pirang itu.
saat ku lihat ia sedang memegang kamera akhirnya munculah ide aneh dalam benakku, yaitu meminjam kameranya agar bisa melihatnya dari dekat,
selain itu juga untuk menyenangkan hati appa.

aku menghampirinya bersama appa.

"ehemm.. ! emm mian ! bolehkah aku memintamu memotretku?"

"???"
yeoja itu kebingungan ,
"ayolah !! appaku ingin skali di foto dengan seragamku ini." ujarku agak malu.

yeoja itu menatap appaku.

"ne !"

ia pun memotret kami berdua.

sudah selesai beberapa jepretan, ia pun bergegas mengirimkan fotoku lewat bluetooth .

"emm.. siapa namamuu?" tanyaku agak malu.

"Lee taemini " katanya dingin.
sangat aneh, biasanya stiap yeoja yg melihatku mereka akan senantiasa tersenyum , karna aku inii carismatic ^^

"ne, sudah selesai aku ppermisi !" katanya lagi dengan wajah datar.

" yaa!! aku choi minho !! senang bertemu denganmu !" kataku berharap bisa melihat senyumnya.

apa yg terjadi? ternyata ia hanya pergi begitu saja , yeoja yg benar2 membuatku penasaran, karna ini sangat unik.



====

Minho POV
Sudah 1 minggu aku mencari pekerjaan, namun aku belum menemukannya juga , aku ingin skali menjadi seorang guru agar appaku bangga.
hanya aku belum kuliah akta 4, tentu saja tidak bisa.
sampai akhirnya kulihat ada sebuah papan iklan yg menunjukan lowongan pekerjaan.

" Di cari seorang guru les komputer , minimal S1.Kom." aku ppun menghubungi nomor tlp tersebut.

Keesokan harinya aku datang ke alamat yg disebutkan itu.

Aku tiba di depan sebuah rumah mirip istana, kelihatannya sangat mewah, dan ppemilknya mungkin seorang pejabat.
mereka memintaku mengajari les pada anak mereka.

aku pun masuk .
"Wawwhh!! " jerit hatiku memuji seisi rumah itu.
bermacam2 kristal ku temukan. benar2 pemandangan yg mewah.

"anyeong !! choi minho imnida ^^" sapaku padasorang yg berpakaian jas.

"anyeong!! kau guru les itu kkan?" tanaynya sambil memegang tablet di tangannya.

"ne !!'
"baiklah , aku titipkan anaku padamu , tolong beri dia pengajaran yg layak , oh ya 1 lagi , saat kau melihat sikap anakku tolong jangan tterpengaruh , dia memang sedikit aneh tapi dia na yg baik !"

"ne !!"

"baiklah , aku pergi dulu ya !!" kata tuan Lee itu pergi tergesa2 .

aku pun di tuntun menuju ruang belajar si anak oleh kepala pelayan .

sampai di ruangan bernuansa Pink itu hanya ada peralatan belajar tapi tidak ada orang.

"Ah !! nona lee , anda kemana saja ? guru lesnya sudah ddatang !!'

saat akuu menoleh ternyata ......................


"enggg???"

aku terkejut melihat anak itu, ternyata dia dalah si yeoja yg pernah memotretku lee taemini.

"Nona lee ,, silahkan duduk , oh ya anda mau mkan siang dengan hidangan apa? masakan laut atau ..."

"terserah kau saja !" katanya dingin.

" ne .. " kemudian kep.playan itu pergi.

"Noo!! " kataku menunjuknya.

"Anyeonghaseo ! Taemini imnida , mohon bantuannya !!" katanya memperkenalkan diri .

"ahahahah !! ne ne ne !! arashoo , aku choi minho , panggil Minho ."

kami pun mulai belajar.

tapi kurasa dia anak yg cerdas karna sebenarnya ia sudah cukup pandai untuk seorang anak SMU.

1 Hours  

Kami pun selesai belajar.
tapi raut wajahnya tetap saja datar, itu membuatku suntuk.
aku melihat ada biola di pojok sana . aku pun berinisiatif memainkannya agar dia setidaknya bisa tertawa.

"boleh aku pinjam biolamu?"

aku pun langsung mengambilnya.

"Shiroo !!" katanya mencegahku.

" aah gwenchan sebentar saja."
saat aku hendak memainkannya ,

praakkk !!

senar di biola itu putus karna aku memainkannya sembarangan.

wajah taem terlihat kesal , tapi ia tidak mampu marah , ia pun merebut biola itu dariku dan pergi keluar.

"hohh !! apa sih yg ku lakukan ,, ? pabbo pabbo!! bukankah aku ingin membuatnya senyum, tapi kenapa akau membuatnya marah ? minho yaaa!! kau pabbo !!" kataku kesal memarahi diri sendiri.


Taemini POV 
Aku kesal karna biolaku di sentuh oleh orang yg tidak ku kenal.

aku memandang foto jinki oppa ,

"oppa !! nado bogoshippo!!" kataku menitikan airmata.

Minho POV

Aku pulang dengan wajah lesu.
" Wae minho ?" tanya appa.

"em? oh gwenchana!"

"bagaimana hari pertama kau mengajar.?"

"ohh.. emm baik , aku senang !!" kataku lalu masuk ke kamar.

semalaman aku memikirkan bagaimana caranya agar taem tidak marah padaku .

"aaahhhh .. aku bingung !!"


Next Day 
Aku pergi ke rumah taem untuk memberikan kursus lagi.

tapi ku lihat wajahnya biasa saja , tetap datar dan hening.

"emmhh boleh kita biicara sebentar?" tanyaku.

"ne wae?"

"apa kau masih marah padaku?"

"em.. annyi !"

" jinja?"

"ne !"

"emh.. sebenarnya aku memikirkannya semalam , oh ya boleh aku tahu kenapa wajahmu slalu seperti itu? apa kau tidak suka padaku? sejak  pertama bertemu kau terlihat diam."

"memang kenapa kalau aku diam?"

"emhh.. rasanya tidak enak saja, bukankah manusia perlu berbagai expresi agar tetap hidup seimbang?"

"???"

"misalnya saja senyum, jiika kau senyum mungkin kau senang kan?"

"ne .."

"tapi kenapa kau tidak punya senyum?"

"bukankah tugasmu hanya mengajariku, bukan melihatku tersenyum?"

"ne , ara .. tapi belajar dengan wajah cemberut itu tidak bagus.."

"jika kau tidak suka silahkan keluar , aku akan cari guru yg lain."

"wae?"

"karna aku tidak suka kehidupanku di usik "

"aku kan hanya bertanya , kenapa kau marah?"

"annyi !! aku tidak marah , aku hanya menjelaskan"

"ne ne ne !! aku kalah silahkan cemberut sesukamu !!"

kami pun diam kembali.

tidak lama ia izin untuk ke toilet.

aku pun melihat buku pink yg ada di atas mejanya , meski terlihat bagus tapi kurasa isinya juga kosong.huft!!


===
Taemin POV
malam  itu aku mencari buku diaryku , tapi tidak kketemu juga.

"kemana sih?"

aku pun memanggil seluuruh pelayanku untuk mencarinya.
tapi tetap tidak ketemu.


Minho POV

Aku membuka tas kerjaku, dan mulai membuat soal untuk ujian mingguan agar taem cepat pintar ^^,

Bruukkk !!

ada yg jatuh menimpa kakiku.

" Mwo? "

Sebuah buku pink yg ku lihat tadi siang.

sebenarnya aku tidak ingin membukanya , tapi rasa penasarannku mengalahkannya.

ku lihat di lembar pertama , ada foto Taem saat memakai seragam SMU, setelah itu ku lihat ada foto seorang namja ,
"Lee jinki oppa, ooh jd dia pacarnya taem .. heumm sudah ku duga anak semanis dia pasti punya namja yg tampan"

aku mulai membaca lembar pertama.

Oppa !! aku sangat merindukanmu . kau adalah oppa terbaiku, kenapa kau meninggalkanku begitu saja dengan cara yg tragis,? andai saat itu aku sudah mengerti, aku pasti tidak akan memberikan pistol itu padamu, aku tahu kau pergi karna kau frustasi akibat menjagaku dan di pengaruhi oleh sikap eomma dan appa yg slalu saja bertengkar , tapi itu bukan alasan agar kau pergi oppa,, ini semua memang salahku , aku yg slalu menangis padamu sehingga membuatmu terganggu , aku yg slalu menegeluh padamu , da aku juga yg sudah membunuhmu oppa !  akankah kau memaafkan aku oppa?

aku tercengang membaca tulisan itu .

akhirnya ku baca lagi lembar ke 2.
terlihat foto mereka saat sedang bermain.

dan ada foto tentang kemaian lee jinki saat di evakuasi oleh dokter.

"mengerikan skali , jadi ini yg membuatnya menjadi pendiam." benar2 malang anak itu, dia punyya harta tg banyak , tapi dia tidak punya orang yg dekat dengannya, apa yg harus ku lakukan agar dia bisa kembali normal?

mulai saat itu aku pun berjanji akan membantu taem keluar dari keterpurukannya,


==

Hari itu kami belajar lagi, tidak terasa hari2 semakin cepat berlalu. ^^

"ini bukumu !!" kataku mengembalikannya.

"kenapa bisa ada padamu?"

"mian , mungkin saat aku membereskan meja ini buku ini tercampur dengan miliku,"

"ne .. !!"

"kau tidak marahkan?"

"annyi !!"

"oh yaa... mulai sekarang jangan panggil aku guru minho , panggil aku sunbae atau oppa juga boleh"

"wae?"

"karna aku ingin menjadi orang terdekatmu !"

"wae?"

"aku ingin membuatmu tersenyum , dan aku yakin pasti bisa"

"kenapa kau ingin aku tersenyum?"

"karna aku yakin saat tersenyum kau pastii sangat cantik "

"lau apa yg akan kkau lakukan sekarang?"

"pertama , aku akan memberikan pengertian tentang aku , agar kau tahu orang seperti apa aku ini."

"???>?"

"ayo kita jalan2"
kataku menarik tae menuju bagasi mobil.

"wae de kore?"

"kau diam saja  , aku akan mengajakmu ke sebuah tempat yg kau pasti suka"

kami pun bergegas pergi dengan mobil milik keluarga taem yg sebelumnya aku pnjam dari kepala playan



Minho POV
Sampai di Danau tempat biasaaku menenangkan diri saat aku bosan , taem terkejut melihat seisi pemandangan yg hijau dan indah itu.

"wae? apa selama ini kau belum pernah melihat pemandangan seperti ini? "

"ee? ne !""

katanya menunduk seakan ia tidak mau mengakui bahwa dirinya sangat kesepian.

"ini sudah ku duga , ternyata kau memang kurang pergaulan dan kurang refreshing , baiklah mulai sekarang jangan kawatir aku akan sering mengajakmu keluar dan melihat bagaimana aku hidup."

"kenapa harus?"

"karna kau ! kau masih diselimuti dengan hati yg trauma  serta rasa bersalah sehingga kau menjadi sperti sekarang ini , "

"lalu apa perduli guru?"

"guru? aku sudah bilang panggil aku oppa atau sunbae , karna umurku hanya beda beberapa tahun denganmu."

" terserah !"

"kau ingin tahu kenapa? itu karna aku tidak bisa mengajari murid yg kesehariannyya hanya melamun dan tanpa semangat , maka dari itu aku harus membuatmu semangat ok !?"

apa pun yg ku katakan taem hanya diam memandang wajahku .
terlihat sangat polos dan tidak tahu apa2 , yg ku lihat di matanya hanya kesedihan.

Next Day.

Taem POV

aku berdiri di depan foto jinki oppa ,
"oppa !! kemarin ada yg berusaha mengajakku main, dia guru les ku , dia bilang dia ingin melihat aku tersenyum lagi, tapi mana bisa .. aku sudah terlanjur tidak akan bisa tersenyum lagi. "
aku pun menangis di hadapan foto jinki oppa.

Minho POV
Entah kenapa sejak aku mengajar taem , aku semakin ingin mengetahui kepribadiannya lebih  jauh,padahal sebelumnya aku tidak pernah perduli  pada krhidupan orang lain. Tapi mulai saat ini , aku akan merubah hidup taem , karna dia adalah murid pertamaku.

Setelah mandi dan ganti baju aku bergegas menuju sekolah taem .
walaupun aku bukan sopirnya , tapi aku berusaha untuk lebih dekat dengannya .aku pun meminta tuan lee untuk mengizinkan aku menjaga taem secara eomma taem sedang ada di eropa.

Pukul 12 ini aku menjemputnya di sekolah.

"Anyeong !!" sapaku pada taem yg berjalan ke luar gerbang.

"Guru Choi ?"

"cepat naik !" ajak ku.
Taem langsung naik saja , dia benar2 polos , bahaya jika ada namja yg mendekatinya dan berbuat jahat padanya , karna kelihatannya dia sangat percaya pada semua orang.

"oh ya , bagaimana ujiian mingguanmu ? apa sulit?"

"annyi !!" jawabnya sambil menyandarkan diri di jok mobil.

"baguslah !! aku yakin kau pasti bisa, oh ya bagaimana kalau kita makan dulu?"

taem hanya mengangguk .Benar2 bocah yg sangat polos .

Sampai di kedai soup di pinggir kota kami turun untuk makan.

aku memean soup mie untuknya.

" Boo yaa? " katanya memandang semangkum soup .

"emm.. aku lupa belum memperkenalkan soup ini, ini namanya soup mie di campur dengan cumi , dan jamur , pasti rasanya enak. coba saja !"

ia pun agak jijik menyicipinya .

tapi setelah itu aq melihatnya makan dengan sangat lahap , sperti orang yg lapar.

"yaa !! hati2 makannya, jangan seperti itu , kau bisa tersedak "

ia pun mengangkat wajahnya , ku lihat bumbu sooup yg bertaburan di bibir taem , aku pun mengelapnya dengan tissue.

"gomawo !!" katanya yg kemudian melanjutkan makan.

setelah makan kami pun bergegas pergi , tapi ada masalah besar .

"???? wae?" katanya bertanya.

"oh.. sepertinya aku lupa membawa dompet !"

"ee???"

akhirnya kami terpaksa mencuci piring kedai karna tidak bisa bayar , karna kebetulan juga taem tidak bawa dompet dan ponsel.

"mian!! aku jadi membuatmu mencuci piring hehe ^^"

" mianhe? iysshh !!" katanya kesal .

"ooo... kau kesal yaa , taem mianhe " kataku sambil menempeli pipi taem dengan busa pencuci piring.

"wae ?!!" dia pun membalasnya .

"ooh.. kau mau bertarung yah ?? okee .. sini kau ... !!" aku pun mengejar taem sampai keujung dapur.

"Yaa !!" triaknya yg hampir jatuh ..


Sreeetttt !!

aku menyangga tubuhnya dan menatap wajah cantiknya.

"ah .. mianhe !!" katanya tersadar.

"ne gwenchana? ".

"Ne !!"

setelah selesai kami pun bergegas pulang .

=====

Di perjalanan taem tertidur , dan mengarah ke pundaku , karna tidak tega aku pun menyandarkan kepalanya pada pundakku.

aku merasakan jantungku hampir copot saat melihat wajah murid SMU itu dari dekat,
dia anak yg sangat cantik , siapapun yg melihatnya pasti akan menyukainya.

"Aissshhh !!" Choi minho !! sadarlah kau itu guru lesnya , jadi tidak boleh berfikiran begitu ..
masih banyak yeoja dewasa di luar sana.

Sampai di rumah aku pun membopong taem sampai ke dalam kamar.

Saat hendak sampai ke kasur , karna badanku sudah lelah aku pun terjatuh di atas tubuh taem , taem terbangun dan ...

aaaaaaaaaaaaaaaaa.............!!"

" shiroo !! shiroo !! jangan !! jangan .. aku mohon ahjussii aku mohon ,, jangan !! "
aku terkejut melihat reaksi taem yg sangat mengejutkan itu , ia berteriak seperti orang gila .aku di pukul dan di dorongnya .

untung ada kepala pelayan yg datang.

"sebaiknya anda keluar dulu . "

aku pun duduk terdiam di luar, sebenarnya kenapa dia? seperti ketakutan .

"ehm .. mianhe jika kau tterluka.."

"kenapa dia seperti itu kepala pelayan?"

" mungkin untukmu ini hal yg baru , tapi jika kau ingin dekat dengannya , kau kan sering melihatnya seperti itu."

"wae?"

"dia pernah mengalami trauma saat masih berumur 13 tahun."

"trauma?"

"ne.. saat itu dia tinggal bersama ahjumma nya di cheonsang , ia mengalami tragedi ..

Flashback 
malam itu taem kecil sedang belajar di ruang belajar.

ad ahjussi yg diam2 mendekatinya .

"oh .. ahjussi ,, wae?"

"taem? kau sedang belajar ya?"

"ne.. wae?"

"ada surat dari appa mu , tapi di kamarmu. "

"jinja?? " taem pun ikut dengan ahjussi ke kamarnya.
setelah sampai kamar tiba2 ahjussi  mengunci pintu .

"mana ahjussi?"

hooppp !! "eemmmm...!! emmm... !! eemm.. ! ahjussi wae?" triak taem yg di bekap oleh ahjussi.

taem pun di paksa berbaring di tempat tidur,

"ahjussi wae de kore?"

"Shikuroo !!' kata ahjussii menampar taem

plakkk !!

" ahjussii sakitt !!"

ahjussi terus memaksa taem untuk membuka bajunya , taem yg saat itu masih kecil berusa melawan sekuat tenaga sampai akhirnya taem mendorong ahjussi ke ujung meja .

bruugghhh !!

ahjussi terbentur an mati seketika.

taem mulai merasa ketakutan dan berhalusinasi.

End

"jadi itu penyebabnya ... " aku merasakan kesedihan yg mendalam saat mendengar cerita itu , dan mulai saat ini aku harus membantu sekuat tenaga agar dia bisa kembali lagi .

tidak terasa aku meneteskan air mataku,
aku memandang wajah taem yg sedang tidur karna di bius.

"kau pasti bisa melupakannya taem !"

Next Day.

Minho POV

Pagi sekali aku ddatang ke rumah taem untuk memberinya sarapan .

"wae? kenapa kau kemari pagi2? jam les kan siang?" tanyanya yg masih pakai piama pink.

"ne.. ttapi sekarang aku adalah pelayan pribadimu juga, jadi aku akan menjagamu."

"wae?"

"tenang saja taem , mulai sekarang kau tidak akan kesepian lagi, aku akan menemanimu , percayalah pada sunbae!"

.......

"mengenai yg kemarin mianhe !!"

"yg mana?"
kataku pura2 tidak tahu.

"aku mengamuk seperti orang gila.. entah aku juga bingung , mungkin aku sudah gila , mianhe guru choi , aku tahu aku memang gila tapi... "

"Sssssstttt.. tidak juga, kadang aku juga begitu tapi yasudahlah."kataku memegang wajah taem.

matanya memandang ke arahku seolah ingin menangis.

"sekarang ayo siap2 ke sekolah " kataku ia pun pergi mengambil tasnya.

===
Sampai di sekolah .

"ingat yah , kalau selesai sekolah kau cepat tlp aku , aku akan menjemputmu."

"ne !"

ia pun berlalu.

===

aku terus mencari cara agar traumanya bisa hilang dan segerasembuh. tapi aku belum menemukan cara yg jitu.

hari demi hari aku terus mencari caraagar trauma itu hilang , aku melakukan pendekatan pada ttaem .


sampai akhirnya kami pergi ke taman bermain.

"guru ! untuk apa kita kemari?"

"tentu bermain !"

aku pun mengajaknya naik wahana. ia kelihatan sedikit cerah .

"heummm taem.. ! apa kau pernah punya pacar?"

"aku? belum !"

"wae?"

"tidak ada yg menyukaiku, mereka bilang aku ini aneh !"

"jinja? heummm berarti mereka itu pabbo !"

"anyyi .. mereka benar, aku memang aneh ,"

"oohh,,, menurutku tidak , buktinya saja aku menyukaimu !!"

"ee??"

"kau adalah murid kesayanganku ."

"jinja?"

"ne.. kau tidak percaya,, ? tutup matamu"

"boo?"

"ayo tutup."
setelah taem menutup matanya aku pun mencium pipinya.

ia hanya bisa tertegun melihatku.

"guru??"

"memang kenapa kalau guru suka pada muridnya , apalagi aku masih single iya kan?"

"tapi.... harusnya kau menyukai yeoja yg lebih baik dariku... dan tolong jangan harap aku percaya ini."

"ahahah.. ne aku bercanda "

"huft !! dasar !!"

"ahahahah"
taem sedikit tersenyum.

Sudah pukul 5 sore,badai salju turun sangat lebat , sementara kami masih terjebak di arena permainan.

"bagaimana ini? kita berteduh dimana?" kata taem ketakutan.

"sebaiknya kita ke kedai itu saja." tunjukku pada sebuah kedai minuman.

saat kami masuk kedai itu di penuhi oleh sekelompok namja yg sedang mabuk.

taem pun ketakutan , aku memeluk pinggangnya erat.

matanya memandang kearahku seolah bertanya.

"agar tidak ada yg mengganggumu !" jelasku.

kami pun duduk di pojok.

"hhaaatciimm !!" taem kedinginan sehingga ia bersin.

aku pun otomatis memberikan jaketku.

"gwenchan !! guru saja yg pakai "

"anyyi!! kau yeoja , aku namja pastinya aku lebih kuat. hehe^^"
taem hanya tersenyum kecil.

3 jam kemudian

badai masih belum berhenti . dan informasi dari pemilik kedai , badai ini tidak akan berhenti sampai pagi nanti.

kami pun berinisiatif untuk pulang , namun mobil kami terjrbak salju .

"aahhh sial ! kau masuklah dulu ke mobil aku akan mendorongnya dengan namja2 disana"

"ne!"

aku pun pergi mencari bantuan pada namja2 di kedai.


akhirnya mobil kami pun bisa jalan kembali. Tapi aku rasakan dingin skali tubuhku , dan kepalaku agak pusing.

"guru !! kau terlihat pucat,, gwenchana?"

"ne .. tenang saja , kau tidur saja." kataku sambil menahan dingin.

"kau pakailah jaketmu guru"

"aahh gwenchan ,, kau saja, aku tahu kau kedinginan."

taem ppun akhirnya tertidur.

===

sampai rumah aku pun langsung membantingkan diriku di kasur

"hufftt!! choi minho ,, kau memang sangat tangguh, demi muridmu kau kedinginan hahah"

keesoka harinya aku pun jatuh sakit , namun aku harus tetap berangkat menjemput taem di sekolah.

"ya ! choi minho gwenchan? sebaiknya kau istirahat !!" kata appa

"gwenchana appa , appa haekke !!"

aku pun pergi menuju sekolah taem.

Taem POV
aku melihat guru choi berdiri depan mobilku.

"guru !! kau sudah datang? o.. wae? "

"wae?"

"wajahmu pucat .."

"gwenchana , aku hanya belum sarapan. ^^" katanya tersenyum keecil
===
sampai di rumah kami mulai belajar,

namun tubuhnya sudah tidak kuat lagi

bruuuggghh !!

aku pun kaget melihatnya pingsan.

aku segera mengopres kepalanya.

sudah agak sedikit lama aku pun ikut tertidur di sebelahnya.

==

pukul 6 sore.

Minho POV

aku terbangun dari tidurku,
di sebelahku suddah ada taem yg sedang memegang handuk kecil.

^^ rupanya dia merawatku saat aku pingsan ,, hhuuuu senangnya aku.

tidak lama ia terbangun.

"guru sudah sadar?"

"ne .. ^^ kau pasti kerepotan merawatku ya?"

"oh.. gwenchana " kata taem tersenyuum .

aku menatapnya lebih dekat.

"wae?"

" bisakah aku melihat senyummu lagi?"

"wae? kapan aku tersenyum?"

"ohohoho barusan.."

"mm.. annyi!"

"ayolah taem !!" aku menggodanya dan menggelitikinya.
sampai akhirnyya taem tidak sengaja menimpahi tubuhku.

ia menatapku dengan pandangan polos.

"taem? kenapa kau begitu cantik? saranghae" kataku tiba2
taem hanya diiam kebingungan.

aku beriniisiatif mencium taem , tapi aku tersadar.

"ohh.. mianhe !! "

"g g g gwenchana.. !!"katanya kikuk .

kemudian tiba2 da yg masuk , yaitu kepala pelayan , ia memberikan surat untuk taem.

"appa?" katanya membuka surat.
setelah membaca surat

ia pun diam sribu bahasa.

"wae?"

"appa bilang , dia akan ke jepang untuk waktu yg lama , ia pun menitipkanku pada guru."

"oohh.. oke siapp !" ^^

"wae?apa kau tidak suka kujaga?"

"annyi !! aku hanya bingung, kapan aku bisa bersama dengan mereka lagi? kapan aku bisa seperti orang lain yg berkumpul saat malam tiba? sementara aku , aku hanya diam memandangi seisi rumah ini sendirian , hiks hiks !!"

aku melihatnya menangis sesenggukan , seperti anak kecil yg di tinggal orangtuanya.

aku pun meraih tubuhnya dan memeluknya perlahan , karna kawatir ia mengamuk lagi, tapi kali ini tidak.

"gwenchan !! aku pun sama , akuu hanya punyaseorang appa , karna eommaku sudah meninggal jadi kita seri, sama2 kesepian , arashoo?"

taem menatapku , lagi2 tatapan seperti itu, membuatku ingin membelainya.

tanpa sadar akuu pun mencium bibir taem yg tengan menangis sesenggukan .

tapi ia pun menyambut bibirku dengan hangat, kami sudah laaknya sepasang kekasih, mungkin ini kisah guru dan muridnya.

"saranghae !!" kataku memeluknya.

ia hanya tertegun .


Taem POV
Aku diam melihat wajah namja bermata besar itu mengelumat bibirku, namun perasaanku tterasa nyaman saat matanya menatappku lalu berkata dia menyukaiku,
entah apa yg ada dalam fikiranku , aku merasa nyaman saat bersamanya.

"wae? apa kau marah?" katanya sambil membelai rambutku.

"mianhe !! tapi kita tidak boleh seperti ini , aku permisi keluar guru. " kataku yg kemudian tergesa2 keluar.

"hosh .. hosh .. hosh!! " jantungku berdetak keras, aku merasakan panas di wajahku .

"apakah yg ku rasakan pada guru choi ? itu pasti hanya merasa kecocokan antar murid dan guru saja, lee taemini , ingatlah, kau adalah muridnya. "


Minho POV 
Setelah kejadian itu , aku sudah memutuskan untuk mulai mencintai taem seutuhnya, karna aku yakin dia adalah yeoja yg bisa membuatku nyaman.

mulai sekrang aku akan lebih kerasa lagi mendekatinya.


SomeDay. 

Aku berjalan menuju rumah taem .

kali ini aku membawakan minuman kesukaan taem , yaitu banana milk ,

"Tadaaaaaaaaaaaaaa!!" kataku memberi surprise pada taem yg sedang belajar itu.

"guru , dari mana kau mendapatkan ini?" katanya terkejut dan sedikit tersenyum.

"tentu aku membuatnya sendiri"

"tapi apa rasanyasama dengan kesukaanku?"

"ne .. jelas!"

"jinja? sini aku coba , " kata taem yg berrwajah seri.
kini dia sudah sepenuhnya meresponku, namun belum merespon perasaanku padanya , entah kapan,
tapi aku tetap berusaha.

"gomawo !! ini enak skali.."

"ohh.. jelaass!! hehe.. oya kau sudah mempersiapkan untuk ujian tengah semestermu?"

"em.. belumm.. aku menunggu guru yg memberikan soal padaku ."

"ne... baiklah .. aku sudah menyiapkannya, silahkan kau kerjakan , jika ada yg kurang mengerti , bilang saja. "

"ne !!"

sesekali aku memperhatikan wajah taem yg smakin hari smakin berseri itu,

namun trauma itu masih tetap ada, tapi aku akan segera menghilangkannya.

===
Sudah pukul 5 sore , taem ikut menganttarkanku pulang .
kini di rumahku sedang kosong, karna appa sedang berada di inceon bersama ahjummaku.
saatnya aku menjalankn rencanaku.

"taem , ayo mampir dulu!!"ajakku. kemudian taem pun menurut.

Selama ini aku belum sempat menyenttuhnya, kini saatnya aku mencoba menyentuhnya, aku iingin tahu apa reaksinya.

cekrekk!

aku pun mengunci pintu rumah.

ku pastikan ia duduk tenang dulu tanpa curiga.

"guru.. rumahmu rapi skali !! "

"ne .. tentu !!"

aku mulai mendekati taem dari arah belakang.

kemudian ku belai rambutnya, ia meringis kegelian.

kemudian aku mencapai lehernya yg sangat halus itu.

"guru !! wae de kore?" katanya mencoba melepaskan.

"rilex saja chagii !!" rayuku.

kemudian tanganku mulai bergerilya dan menyentuh dadanya
"guru , tolong jangan !!"

"gwenchana , hanya sebentar saja!"kataku yg kemudian membantingkannya di sofa.

"Shiroo !! "

"wae? bukankah kau juga mencintaiku ? ayolah "

"yaaaa!!aaaaaaa"

aku memaksa taem untuk membuka kancing bajunya , ia terus berontak .
sesekali ku ciumi bibirnya .
rasanya ingin skali ku peluk erat dia.

"aaaaa!! tolong !! ahjussi.. jangan ahjussi !! toloooong!!" triaknya , aku pun tercengang mendengarnya , lalu ku hentikan aksi untuk memperkosanya itu.
taem pun terbaring lemah.

"taem !! jangan takutt !! lihatlah ... ini aku.. choi minho ,, dengarkan aku , aku adalah orang yg mencintaimu jadi aku tidak mungkin melakukan itu padamu !!" kemudian aku memeluknya yg menangis ketakutan.

"lihat aku !! lihat..!! aku minho kan?"

"guru !! hikshikshiks !!"

"jangan takut , aku akan melindungimu , karna aku mencintaimu !!"

taem pun memelukku erat sambil menangis.


===
Keesokan harinya taem terlihat diam, mungkin dia marah.

pabbonya aku ini, kenapa ada ide seperti itu. seharusnya aku lakukan itu dengan secara halus bukan memaksanya sperti itu.

"huft!!sekarang ayo kita belajar lagi !!"
kataku yg canggung.

taem hanya diam menatapku .

"ehem.. !! baik aku lanjut ke halaman 20 yaa!!"


saat aku membalikan badan tiba2 dari belakang.

Bruuuugghhhh!!!




Taem memeluk tubuhku sangat erat.

"Saranghae !!" katanya sambil memelukku.

aku terkejut mendengarnya.

"wae?coba ulangi?"

"saranghae yongwonhin !"
katanya menatapku dengan pandangan sendu.

"Noo! .....emmm... ne !! nado Chhoae !! sarangi !!" kataku memeluk taem lebih erat.

wuuuuhhh senangnya akhirnya aku jadian dengannya , ^^

kami hari itu tidak jadi belajar, kamii keluar bersama ddan bersepeda bersama.

taem terlihat sangat senang dan berseri.

"apa kau senang ?" tanyaku

"ne oppa !!"
aku pun terkejut mendengarnya.

"oppa?"

"oppa !! oppa !! oppa!! saranghae !!"

katanya sambil mencium pipiku.

"ahahaha.. ne chagi sarangi !!" kataku memeluknya lagi.

kami bermain pasir di pantai ,
aku membuat sebuah castil . . namun taem membuat sebuah patung jelek yg tidak tahu apa bentuknya.

"siapa itu?"

"kau !!"

"eng??aku ?"

"ne .. hehehe !!"

"ya !! kau mengejekku yah !! SINI  BIARKU BERI PELAJARAN !! "

aku menegejarnya sampai ia pun terjatuh di pasir.
aku menindihi tubuhnya.

"taem !! I love u "

"Love u too !!"

kami pun berciuman dengan penuh cinta dan gairah,
heuuuh .. andai ini di kamar , aku pasti sudah ******
ahahahahah.





hari itu kami menghabiskan hari di pantai .


====

Pagi iitu aku bangun , namun aku melihat appa tergeletak di lantai .

"appa !! appa wae? appa? gwenchana?" appa pingsan dan belum sadarkan diri saat aku bawa ke RS.

"wae ? appa gwenchana?" tanya ku pada dokter.

"mianhe !! penyakit darah tingginya terlalu berbahaya , kami gagal menyelamatkan appa mu , kami turut berduaka."
kata dokter , seketika tubuhku melemas .
air mataku mengalir tanpa henti saat aku melihat appa yg terbaring tanpa nyyawa lagi.

"appa!! wae? wae? kenapa kau tinggalkan aku secepat ini dan tanpa pesan apapun. ?hikshikshiks aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!" aku histeris .

Taem POV

Aku langsung Ke RS setelah mendengar kabar itu.

aku melihat minho yg tergeletak menangis di lantai .

seketika mataku mulai mengeluarkan air mata.

"oppa !!" kataku dengan suara yg halus.

ia memandangku sendu.

"oppa... gwenchana , ikhlaskan kepergian appa mu !!"

"hikshikshiks!!" aku pun memeluknya erat.

aku menenangkan minho setelah pemakaman selesai.

"oppa .. gwenchana .. masih ada aku disini."
ujarku mengelus rambutnya.

namun dia hanya diam.

Next day .

Minho POV

Aku berjalan gontai menuju rumah taem untuk berpamitan.

aku akan ke iinceon untuk mengurus perkebunan ahjussi serta appaku, sementara rumahku suudah ku jual untuk melunasi hutang2 appa semasa ia membiayai kuliahku.

"oppa.. ! wae?"

"annyi .. aku hanya ingin pamit .. ! "

"wae? kemana?"

"aku akan ke inceon untuk waktu yg lama, iini surat pengunduran diriku , mian aku akan seriing menelponmu."

aku pun berjlan pergi.

"wae? !! apa kau mau melepaskan janjimu?" triak taem.

aku pun menoleh.

"aku hanya menyusahkanmu saja pastinya jika aku tterus berada disini, aku sudah tidak punya apa2 lagi."

"oppa !! jangan bicarakan itu sebangai alasan,, ingatlah kau sudah berjanji akan selalu menjagaku kan? kau sudah membuatku bangkit kembali, kau sudah membuatku jatuh cinta padamu lalu sekarang kau mau pergi begitu saja wae?"
kata taem yg menangis.

aku pun berlari dan memeluknya kembali .

"oppa ..jangan pergi , jika kau ppergi bawa aku bersamamu. "

"mianhe .. aku akan pertimbangkan , tapi dengan 1 syarat , kau harus segera selesaikan sekolahmu dulu kemudian aku akan menjemputmu !!"
ujarku lalu taem memelukkuu lagi.

Hari itu kami habiskan untuk bersama seharian karna besok aku akan pergi.

"oppa !! aku sangat senang mengenalmu ."

"ne cheonma ^^"

kami hanya menghabiskan waktu di kamar saja.

"oppa .. sebelum kau pergi apa kau mau mengabulkan permintaanku?"

"wae? "

" aku ingin hari ini jadi hari yg tak kan terlupakan, tolong lakukan apa yg ingin kau lakukan waktu itu.. aku tak akan teriak karna itu adalah kau !!"

aku terkejut mendengarnya, Taem ingin melakukan hubungan itu sebelum aku pergi . ^^

aku pun mulai mencumbunya ..

taemm pun merespon itu dengan penuh gairah .

kami berguling2 di kasur yg empuk itu, saat aku hendak memulai.
taem memejamkan matanya, terlihat masih ada sisa trauma di fikirannya.

"lihatlah ini aku , choi minho !"
ia pun membuka matanya lalu menciumku .

kami pun melakukannya.

ada suara desahan menggoda saat aku menikmati tubuh taem dengan penuh semangat, saat ku masukan kejantananku ia pun mengerang , terasa masih sempit dan lembut kurasa , itu berarti ia belum pernah dii sentuh di bagiian tersebut, aku pun bahagia karna aku adalah orang pertama yg melakukannya.

akuu sangat menikmati saat2 itu , begitu juga taem yg mengeluarkan energi yg banyak untuk menahan rasa nikmat iitu.

"apa kau bahagia ?"

"ne oppa ,, aku sangat bahagia melakukannya bersamamu."

aku pun mulai memainkan lagi permainan yg dahsyat itu , sesekali tangan taem meremas punggungku . mungkin karna terasa nikmat yg luarrrr biasa. hahah^^

Taem POV
Aku merasakan nikmat di sekujur tubuh serta perasaanku .

mungkin ini salah bagiku yg masiih murid SMU , namun ini tidak salah bagi perasaanku yg mencintainya.

aku rela memberikan apapun demi minho oppa ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar