Kamis, 23 Januari 2014

Said Last Love



Key Shinee new


Genre:romance sad.

Cast.
Key shinee.
Minho shinee.
yoon rah  eun
kim yoo ra.

Part 1.

Di sbuah Rumah sakit,seorang dokter memandang hujan di jendela ruangannya sambil memegang sbuah medalion berbentuk kunci.

Seorang yeoja datang dgn taxi sambil membawa payung di tangannya menuju RS.

Sesekali matanya melihat ke arah si dokter,namun dokter itu tidak memperhatikan.
Yeoja yg kerap di sapa ra eun itu masuk ke dalam RS.


"mianhe! Aku suster baru di RS ini, bisa aku bertemu dokter kepala?"tanya ra eun pd seorang suster.

"oh, kau suster baru yg lulus akademi kemarin ya? Ruangan dokter kepala ada di sbelah sana."tunjuk suster itu ke arah ujung lorong.

"oh, baiklah, gomawo! Mohon bimbingannya!"kata ra eun membungkuk.

Ra eun pun berjalan.

Sampai di depan ruangan ra eun bingung karna plang nama dokter kepala ada 2.

Ra eun kemudian masuk ke dalam ruangan kepala sbelah kanan.

Tok! Tok! Tok!

"masuk!"seru dari dalam ruangan.

Cekrek!

Seketika ra eun terkejut mendapati dokter yg di pandangnya tadi ada di hadapannya.

"ee..anyeong! Aku yoon ra eun ,suster baru dari akademi inceon,mohon bimbingan anda!"ujar ra eun yg membungkuk.

Dokter benama kim kibum yg kerap disapa key itu tersenyum.
"benarkah? Apa kau membaca plang dgn baik?"tanya key.

"apa?"

"kau suster baru itu?"

"ne! Mianhe! Aku sdikit terlambat,tadi di jalan ada tabrakan maka dari itu aku telat!"

"memang apa yg kau lakukan dgn korban? Apa kau melakukan pertolongan pertama?"

"oh tidak dok,aku hanya.."

"seharusnya kau melakukannya! Sbg seorang suster,tidak adakah naluri seorang super girl dlm hatimu? Minimal kau memberi nafas buatan!"jelas key.

"apa?(dokter ini crewet skali), tapi korban itu sgera di bawa oleh ambulance RS terdekat!"

"benarkah? Brapa menit ambulance dtang?"

"skitar 10 menit dok"

"bgaimana kalau itu terjadi pada ku atau org yg kau kenal? Apa kau akan menunggu ambulance dtang?atau sgera triak minta tolong?"

"aku, aku. .baiklah aku bersalah ,mianheo!"
jelas ra eun aga kesal.

Part 2.

"baiklah ku maafkan!"

"lalu apa skarang aku boleh dpatkan ID card ku dok?"

"aku tidak punya!"kata key mengetik di komputer.

"apa? Tapi bukankah saat tugas pertama sudah boleh dapatkan ID card?"

"mana aku punya? Stiap hari aku hanya urusi administrasi,kalau mau minta pada dokter kepala staf pegawai."

"apa? Emh. .bukankah dokter adalah orangnya?"

"orang apa?"

"anda kepala kepegawaian?"

"haha, lucu skali, apa kau minum arak? Kau salah!"

"apa? Tapi dimana dokter kepala stafnya?kau dokter choi minho kan?"

"bukan! Aku choi siwon! Bahkan aku lebih tampan darinya,"

"apa? Heuheu! Siapa sbenarnya kau?"ra eun mulai marah.

"aku dokter kim kibum! Panggil saja dokter key,tapi bukan karna aku memiliki kalung kunci,hehe"jelas key memperlihatkan medalion kuncinya.

"knapa kau tidak bilang dr tadi kalau namamu kim kibum!heuh!"

"kau tidak tanya, aku ini orangnya tidak banyak bicara!"

"apa? Heuh! Tapi ku rasa tidak begitu, karna sjak tadi sudah 1000 kata kau ucapkan!"ra eun kesal.

"apa? Tidak sbanyak itu, memangnya aku ini transleter bisa bicara scepat itu, kalau tidak ada perlu lg cepat keluar,aku masih harus menghitung uang!"

"heuh! Aku juga sudak mau keluar! Permisi!"
sun keluar tanpa menutup pintu.

"hey! Tutup pintunya! Aku bisa masuk angin kalau kena angin RS."triak key.

"heuh! Apa2an dia!? Dia lebih mirip brengsek berambut miring!"jelas ra eun menghina rambut key yg memang berfoni miring.

Saat itu minho sudah ada di belakang ra eun.


Sreek!

"aaah!"kata minho kesakitan ,karna ra eun menginjak kakinya.

Brugh!

Minho menyangga tbuh ra eun yg hampir jatuh
Saat menatap minho.
Ra eun tercengang melihat minho yg tampan

"(Benarkah dokter minho itu memiliki mata yg indah sperti ini?)"gumam ra eun tersenyum.

"kau baik2 saja?"tanya minho.

"kau yg tidak baik2 saja dokter choi!"jawab key yg tiba2 muncul dan menunjukan kalau ra eun menginjak kaki kiri minho.

Minho dan ra eun gelagapan.

"oh! Emh. .mianheo!"kata ra eun canggung.

"ckckck! Sambutan pertama saja kau sudah hampir mematahkan kaki dokter choi,aw


Part 3.

"awal yg buruk!"kata key tersenyum lalu pergi.

"dokter kim!"panggil minho.

"ya dokter choi?"

"apa kau sudah siapkan untuk rapat nanti siang dgn dokter yg lain?"

"ya,aku sudah siapkan,dokter hanya perlu datang dan duduk manis saja."
jelas key tersenyum.

"baiklah !gomawo dokter kim!"

"cheoma,spertinya anda tidak bisa lama2,karna harus mengurusi pegawai baru."kata key memandang ra eun.

Key pun pergi.

"mari!"ajak minho.

==
seorang pasien yeoja duduk di bangku taman.
Key menghampirinya.

"ternyata benar, di luar ruangan lebih indah!"
kata key duduk di sampingnya.

"dokter kim?!"kata pasien bernama kim yoo ra itu tersenyum.

"apa semalam tidurmu nyenyak?"

"tidak! "

"tidak?"

"aku bermimpi menjadi pengantin sendirian lg!"

"wah, itu sesuatu yg hebat!"

"benarkah? Bukankah dokter tahu arti mimpi itu? Itu berarti aku akan sakit slamanya."

"haha! Knp kau percaya hal itu? Hidup mati manusia ada di tangan tuhan, bukan mimpi! Jd jgn fikirkan lg oke?"

yoo ra hanya diam.

"oya, dokter choi tidak menemuimu?"

"belum! Sepertinya dia sibuk."kata yoo ra sdikit murung.

"ya sepertinya bgitu,karna ada pegawai baru yg perlu pelantikan."

"ne, aku tahu! Suster baru itu bukan?"

"wah darimana kau tahu?"

"dia menjadi perawatku sejak kemarin."

"heum begitu!"

ra eun datang menghampiri mreka.

"mianhe! Nona kim waktunya anda minum obat!"jelas ra eun lembut.

"aku tidak mau! Suruh saja dokter choi yg mengantarkannya!"

"tapi nona!"

"kau tidak dengar? Cepat suruh minho kemari!"bentak yoo ra.

"aduuh! Hey cepat laksanakan saja!"bisik key menarik ra eun.

"iyh! Bisakah dokter tidak menarik tanganku dgn paksa?"

"kau ini! Aku ini kan seniormu jadi. . ."

"baiklah2 dokter kim,aku mengerti dan tolong lepaskan tanganku!"

"heuh! Dasar junior tidak sopan!"

ra eun pun pergi.


Key membawa yoo ra ke kamar.

Minho dan ra eun datang ke kamar yoo ra.

"permisi, ini obat anda nona!"
kata ra eun menaruh obat di meja.

"oppa!"seru yoo ra memeluk minho.

Ra eun melihat kaget.

"kau pasti kaget, ayo!"kata key menarik ra eun keluar.

Part 4.

"iyh! Knp dokter menariku keluar? Aku belum berikan obat padanya tahu!"

"eyh tidak usah! Kalau kau memaksa dlm hitungan 10 kau akan keluar dgn mengenaskan!"triak key.

Ra eun pun tidak peduli lalu masuk.

"nona! Ayo minum obat dulu!"kata ra eun.

"tidak!"

"ayolah nona!"

praang!

Yoo ra melempar obat ke tubuh ra eun.

Minho segera mengelap baju ra eun yg penuh dgn obat serbuk.

"kau tidak apa2? Sebaiknya kau bersihkan saja bajumu suster yun!"kata minho tersenyum.

Ra eun pun keluar dgn tampang murung.

Key melihat itu.
"aku sudah ingatkan pd mu kan? Apa suaraku kurang keras?"kata key tersenyum.

Ra eun hanya menatap sinis.

"heu. .dasar suster pemarah!"

ra eun membersihkan baju di toilet.

"iyh! Knp kim yoo ra itu begitu menyebalkan?heuh!"

saat keluar dari toilet,ra eun dan key berpapasan di lorong toilet.Mreka saling menghadang jalan tanpa sengaja.

"bisakah kakimu tidak mengikuti kakiku?"tanya key.

"heuh! Apa kau bilang? Kau yg menghalangiku,minggir!"bentak ra eun lalu pergi.

"hey! Suster tidak boleh membentak dokter,heuh! Dasar! Dia pasti akan dapatkan SP 1."
kata key pergi ke toilet.

Ra eun melanjutkan pkerjaan.
Ia merawat pasien usia lanjut di kamar kelas ekonomi.

Ia juga memberikan minuman vitamin pada pasien anak2.

Tidak lama ia berpapasan dgn minho dan 1 dokter lg(dokter seo).

"dokter choi dan dokter seo!"

"suster yun? Apa kau mau ke ruang obat?"

"ya dokter!"
mreka pun pergi bersama


sampai di ruang obat ra eun mengambil beberapa obat.smentara minho dan dokter seo hanya mengecek obat2an.

"sudah slesai suster yun? Obat apa yg kau ambil?"

"oh, hanya obat bius dan obat untuk diabetes melitus karna persediaan sudah habis."

"oya, aku minta maaf atas kelakuan yoo ra td, dia memang aga sensitif tapi sbenarnya dia baik."

"ne! Aku mengerti dok."

"baguslah! Ayo!"


==
key baru saja keluar dari ruangan pasien.
Pasien yeoja itu melambaikan tangan dgn kagum pada key.

"huft! Ku rasa pkerjaan dokter itu tidak menyenangkan! Coba saja aku menjadi model,pasti akan banyak fansku,he"

Part 5.

Ra eun datang dgn setumpuk obat di tangannya.
"huft! Menyebalkan skali dokter seo itu, aku kn yeoja, knp tidak ada satu org dokter pun yg membantuku?"
keluh ra eun.

"apa yg bisa ku bantu?"tanya key mengagetkan ra eun.

"euh! Dokter kim! Knp muncul tiba2 sperti hantu!"

"haha! Ternyata kau ini kagetan yah! Sni aku bantu membawa!"kata key mengambil beberapa obat.
"seharusnya kau membawa meja rolly suster yun!"

"mianhe, aku lupa,"

"sbg suster ingatanmu sangat lamban! Kau harus banyak belajar."

"iya. . Dokter kim ini cerewet skali."
bisik ra eun.

"apa? Kau mencibir ku yah!"

"mian dokter!"ra eun berlari sampai akhirnya terjatuh.


Bruggh!

"aw!"

"aduh kau ini croboh skali sih,ayo bangun!"

mreka pun merapikan obat di ruangan lab.

"oya, boleh aku tanya sesuatu?"tanya ra eun.

"apa?"

"apa dokter choi itu oppa nona yoo ra?"
tanya ra eun ragu.

"eum. .tidak juga, mreka mirip sepasang kekasih, knp memang? Apa kau sdang menjelajahi dokter choi?"

"apa? Ah tentu saja tidak,he . .he."ra eun gelagapan.

"kau menyukainya ya?"

"apa? Tidak!"

"eum! Terlihat jelas di wajahmu, kau orang yg ke 10, stelah yeoja2 kaya raya yg menyukai dokter choi."

"benarkah? Wah..pantas saja, dia memang sempurna."

"heumm. .ya..dia tampan,baik dan pintar,tapi dia masih di bawah levelku."jelas key belaga.

Ra eun hanya memeletkan lidah.

"kau tidak percaya? Aku ini masuk kategori namja yg berpengaruh di korea."

"sudahlah dokter kim, hentikan! Kau membuatku semakin sakit kepala saja."

"kau tidak percaya? Lihat saja di internet."

"baik2! Tapi nanti tgl 32 bulan 13."jelas ra eun.

"haha, kau meremehkanku ya."

"lalu sbenarnya nona yoo ra itu sakit apa?"tanya ra eum memotong pembicaraan.

"yoo ra, dia terkena kanker hati."

"benarkah? Pantas obat yg ku bawakan begitu."

"sudah tahu tanya, oya kau tinggal dimana?"

"memangnya kenapa?"

"aku hanya mau berbaik hati mengantarkanmu saja,disini jarang ada taxi kalau malam tapi kalau tidak mau yasudah!"

"tidak! Trimakasih!"

"baiklah! Kalau bgitu sampai jumpa!"

key pun pergi.

Part 6.

Ra eun bersiap2 pulang, tapi di luar hujan.
Ra eun pun membuka payungnya.

Cekrek!

"haduh! Knp di saat sperti ini payung malah rusak."

mobil key datang tepat di dpan ra eun.
Di bukanya kaca mobil
"naiklah! Kau tidak akan dapatkan taxi suster yun!."

"tidak, gomawo dok aku akan ke halte bus saja."

"sudah jgn menolak! Lg pula spertinya payungmu rusak,cepat naik saja!"

ra eun pun tidak ada pilihan lain lalu sgera naik ke mobil.

"knp hujan turun sederas ini ya?"kata ra eun canggung.

"skarang ini kan memang sdang musim hujan!oya kemana kita skarang?"

"asrama perawat,anda tahu kan?"

"kau tinggal di asrama? Manis skali,he."

"kau sdang memuji atau menghina?"

"ya ampuun! Ternyata kau sensitif skali ya, aku memujimu kau puas? Lg pula bisa tidak kau bersikap pada ku sama sperti sikapmu pd dokter choi?"

"tentu saja beda, kau dgn dokter choi itu sangat2 berbeda, yg 1 namja bermata indah dan yg 1 bedebah berfoni miring!"

key menatap ra eun tajam.

"aa. . .ahahaha,aku hanya bercanda dok,kau jgn marah yah,heum?"

"ahahaha,tidak, aku tidak marah, suster berkaki pendek!"

"apa?"ra eun menatap tajam.

"apa? Tadi jg kau meledekku bedebah? Apa aku tidak boleh?"

tidak lama mreka sampai.

"gomawo sudah mengantarku pulang!"ujar ra eun membungkuk.

"ah ,sudahlah hr ini sudah byk yg mengatakan kata gomawo pd ku, cepat masuk,dan sgera mandi air hangat."

"baik! Kau juga!"

"aku memang slalu mandi air hangat!"
jelas key tersenyum.

"benarkah? Pantas saja badanmu sperti putri!heuheu."

"ya ya ya,, aku ngantuk ,kalau bgitu sampai jumpa."

key pun pergi.

"heum. .dia baik juga!"

==
pagi itu minho akan melakukan proses operasi trhadap pasiennya.

"apa, suster nam tidak masuk?"

"iya dok!"

"baiklah suster yun,kau yg gantikan!"jelas minho membuat ra eun terkejut.

"ba ba baik dok!"

mreka pun memulai operasi.

Minho melakukan proses operasi dgn serius.
Sesekali ra eun mengelap wajah minho yg penuh keringat,ra eun memandang minho.

"suster yun !ambilkan gunting!"

"baik!"

==
key memeriksa yoo ra.

"kondisimu sudah membaik"

Part 7.

"benarkah? Apa aku akan sembuh?"tanya yoo ra riang.

"tentu! Jika kau punya keyakinan dan dgn keajaiban kau pasti sembuh!"kata key tersenyum.

"keajaiban? Sulit skali kan mendapatkannya?"

"tidak! Tenang saja, kau pasti sembuh!"


minho dan ra eun keluar dari ruang operasi.
"heum..ku harap pasien itu sgera sembuh, karna dia kelihatan sangat menderita dgn tumor itu."

"benar! Gomawo atas hari ini, kau sangat membantuku suster yun!"kata minho tersenyum.

Ra eun pun tersenyum.

Ra eun berjalan ke ruang obat, di sana ada seorang temannya.
"untuk pasien kamar berapa obat itu?"tanya ra eun yg masih senang karna minho memujinya.

"oh! Ini untuk pasien kim yoo ra, dia sudah telat minum obat 1 jam "

"benarkah? Kalau begitu biar aku saja yg memberikannya."


ra eun pun pergi ke kamar yoo ra.
"nona kim! Waktunya anda minum obat!"

"suster ,apa kau lihat minho?"

"dokter choi baru slesai operasi jadi mungkin sdang istirahat."
jelas ra eun memberikan obat.

Tanpa mengatakan apa pun yoo ra pun meminum obat.

"baiklah! Slamat istirahat nona, saya akan kembali 2 jam lg."kata ra eun yg lekas pergi.

Key melihat ra eun keluar dari kamar yoo ra.

==
minho sdang duduk di taman.
Ra eun menghampirinya dgn membawa sgelas kopi.

"tidak baik kalau hanya duduk diam, lebih baik minum kopi."kata ra eun senyum dan memberikan kopi.

"suster yun? Gomawo"
minho tersenyum.

"ku dengar kondisi nona kim sudah membaik!"

"benarkah? Itu bgus! Berarti kau sukses merawatnya."

"tidak! Kurasa bukan aku, tapi dokter sendiri."

"aku? Knp?"

"karna spertinya jika tidak ada dokter choi, dia tidak akan punya smangat hidup, jd dokter akan terus bersamanya kan?"

minho tersenyum.
"ya, spertinya bgitu, tapi sbenarnya aku merasa sangat bersalah padanya, karna aku tidak bisa menolongnya, dan karna dulu aku pernah membuat kesalahan padanya."

"kesalahan?"

"ya, mungkin jika ia tahu dia tidak akan memaafkan aku!"

"begitu. . Tapi smua org berhak mendapatkan ksempatan ke dua, jd knp dokter tidak berusaha memberi tahunya?"
Part 8.

"ku harap jg bgitu, tp mungkin saat itu juga dia akan membunuh dirinya sndiri, karna dia bukan org yg mudah mengerti akan situasi."
jelas minho.

"oh, begitu."

"mianhe jika aku bicara terlalu banyak!"

"gwenchana!justru aku snang bisa mendengar crita mu"kata ra eun senyum.


Tiba2 seorang suster datang dan berteriak memanggil key yg sdang berjalan di lorong taman.

"dokter kim! Dokter kim!"

"ada apa suster?!"

"pasien kim yoo ra anfal lg!"

minho mendengar suara suster itu dan langsung bergegas pergi di ikuti oleh ra eun.

Key sgera memeriksa yoo ra.

"bgaimana dokter kim?" tanya minho.

"siapa yg trakhir kalinya memberikan obat padanya?"
tanya key.

"aku dok!"
jelas ra eun.

"slesai ini aku ingin bicara pd mu!"jelas key membawa yoo ra ke ruangan UGD.

"(ada apa sbenarnya? Apa ada yg salah dgn obatnya?)"ra eun merasa panik.


==
Ra eun duduk di hadapan meja di ruangan key.

"obat apa yg kau berikan padanya? Apa kau memberinya sesuai dosis?"

"iya dok! Aku memberinya obat yg sperti biasanya."

"benarkah? Kau tidak bohong?"

"benar dok!"

"tapi knp dia bisa anfal? Kau fikir aku bodoh hah! Kau memberinya obat bronkitis! Apa kau mau membunuhnya hah?"
triak key sangat marah.

"a a apa? Tapi sungguh, aku tidak tahu, aku hanya menggantikan suster im yg mau memberikan obat pada nona kim!"

"suster im? Jd sbenarnya kau tidak tahu obat yg ada di dalamnya?"

"mianheo dokter! Ini juga salahku karna tidak memeriksanya lg, aku memang melihat obat itu sdikit aneh."

"baiklah!"key mengangkat tlp dan menghubungi bgian kantor.
"cepat suruh suster im ke ruanganku dokter ,kim skarang!"

"aku harap bukan kau pelakunya!"

"memang bukan aku!"jelas ra eun.

Tok tok tok!

"masuk!silahkan duduk suster im!"

"iya dok! Ada apa anda memanggil saya?"tanya suster im sambil mengepal2 tangannya karna takut.

"apa bnar kau yg memberikan obat pasien kim yoo ra pada suster yun?"

"apa? Tidak dok!"

ra eun terkejut mendengar kesaksian palsu itu.

"pada waktu itu saya ada di taman,dan saya tidak bertemu dgn suster yun!"

"suster im! Knp
Part 9.

"suster im! Knp kau berbohong?"
tanya ra eun.

"berbohong apa? Bukankah kau yg bilang nona kim adalah pasien VIP mu,maka dari itu aku tidak berani memberikan obat apa2!"

"suster im!"triak ra eun.

"hey! Yun ra eun! Harusnya aku yg triak pd mu!"bentak key.

"tapi sungguh! Sungguh aku tidak berbohong!"

"kalau bukan kau lalu siapa? Hantu? Sudahlah! Sebaiknya kau berdoa saja agar kim yoo ra atau keluarganya tidak menuntutmu!"
jelas key.

"tapi aku benar2 tidak tahu!"

"sudahlah! Jgn mengaku tidak bersalah terus!"

"aku bukan mengaku tidak bersalah, tapi . ."

"kalau begitu kau memang bersalah!"jelas key.

Tidak lama pihak keluarga yoo ra datang.
"dimana suster itu? Apa dia punya banyak uang shg berurusan dgn keluarga kim?"jelas eomma yoo ra.

"mianhe nyonya, silahkan anda duduk dulu."

"kmana suster itu?"

"dia!"tnjuk suster im pada ra eun.

"benarkah? Ouh! Rupanya kau! Heuh! Kelihatannya kau tidak kaya, apa motivmu meracuni anak ku? Apa karna kau punya dndam pribadi pdnya?aku akan menuntutmu!dan ku pastikan kau di penjara seumur hdupmu!"
oceh nyonya kim.

Ra eun hanya menunduk.
"sumpah nyonya bukan aku pelakunya.,knp nyonya menuduh tanpa bukti?"

plakk!

"lancang skali mulutmu itu! Kau tahu seberapa penting nyawa anakku itu, bahkan seribu kali lbih penting dari nyawa keluargamu! Apa kau tidak di didik sopan santun oleh eomma mu?atau eommamu jg sama spertimu? Manusia rendahan!"caci nyonya kim membuat ra eun meneteskan air mata.

Key menatap ra eun yg menunduk smbil menangis dan di pukul oleh eomma yoo ra.

"sudahlah nyonya! Sebaiknya masalah ini kita maklumi saja, karna suster ini baru."
jelas key.

"apa? Dokter kim ,apa kau akan diam saja melihat pasienmu di celakai?"

"tidak nyonya! Aku pun akan memakinya, tapi sbaiknya anda tenang dulu!"

"mianhe! Maafkan aku nyonya! Tapi sungguh bukan ini yg ku inginkan! Nyonya boleh saja memakiku,memukulku bahkan mencambukku,tapi tolong jgn hina eommaku, aku tidak bisa jika anda sampai sekejam itu permisi!"kata ra eun berlari sambil menangis.

Key menatap ra eun

Part 10.

Ra eun duduk di taman sambil menangis.

"(knp tuhan begitu kejam! Lalu knp aku dia saja mendapat perlakuan ini?) yun ra eun! Kau memang sangat rendahan!hiks hiks"

key menghampiri ra eun.
"knp bicara sendirian? Kau tenang saja, nyonya kim sudah membatalkan tuntutannya!"kata key duduk di samping ra eun sambil memberikan kopi.
"minum kopi dulu, supaya kau tidak gila!"

"gomawo! Tapi knp bisa dia membatalkan tuntutan dlm sekejap?"

"karna aku bilang,aku yg akan menuntutmu!"

"apa?"

"kau jgn kaget bgitu! Aku tidak akan menuntut org yg tidak bersalah!"

"kau tahu aku tidak bersalah? Lalu knp kau tidak membelaku? "ra eun kesal.

"mana mungkin aku membelamu di dpan nyonya kim, yg ada dia akan menuntut kita berdua!"

"benarkah?"ra eun memandang key dgn wajah kagum.

"sudah! Jgn memandangku bgitu, jika ingin bertrima kasih kau berikan aku nomor ponselmu!"

"apa? Untuk apa?"

"jika aku membutuhkanmu jd mudah menghubungimu!"

"memang kau membuthkan apa dariku?"

"misalnya saja aku ingin makan sesuatu,aku bisa menyuruhmu memasak kan?"

"heuh! Knp kau yakin skali kalau aku bisa masak?"

"aku yakin kau bisa! Jd jgn banyak tanya!"

"lalu knp kau tidak ambil no ponselku dr daftar pegawai saja?"

"aku bukan pencuri no ponsel,kau fikir aku akan seperti itu dan tiba2 menelponmu mengatakan, halo apakah kau suster berkaki pendek itu? Boleh aku mengenalmu lbih dkat?heuh! Tidak mungkin!"
jelas key.

"heuh! Syapa jg yg mau di tlp."

"kemarikan ponselmu!"key merampas ponsel ra eun dan menctat nomrnya sndri.

"hey! Knp smbarangan merebut ponselku?"

"ini! Aku sudah tulis no ku, jadi tlp aku nanti malam!"kata key beranjak pergi,tapi ia membalikan bdannya lg.
"ini! Lap air matamu!aku tidak suka melihat wajahmu yg kecil itu menangis!"kata key memberikan sapu tangannya.

"iyh! Dasar dokter aneh!"

key pun tersenyum.

==
yoo ra memeluk minho.
"oppa! Apa kau takut jika aku akan mati?"

"jgn bicara begitu! Kau akan sembuh!"

"aku mau ganti perawat saja, jika tidak suster itu pasti akan mencelakaiku lg!"jelas yoo ra manja.
Part 11.

"kita belum pastikan ia bersalah atau tidak!"jelas minho.

"tapi, apa kau mau aku celaka lg? Suster itu menyukaimu, dia ingn mencelakaiku demi bersamamu oppa!"

"itu tidak benar! Tidak ada alasan untk dia menyukaiku!"kilah minho.

Tidak lama ra eun datang dgn membawa catatan diagnosa yoo ra.
"permisi! Ini data yg anda minta dokter!"kata ra eun sambil menunduk ragu.

"oh, gomawo!"

"knp kau yg antarkan? Kau sengaja yah ingin mendekatkan diri dgn minho?"tanya yoo ra.

"mianhe nona ,ini memang tgas saya!"jelas ra eun yg beranjak pergi.

"tnggu sbentar!"seru yoo ra.
"kau menyukai dokter choi kan?"lanjut yoo ra.

"smua yeoja pasti menyukai sosok dokter choi,dia ramah,kompeten dan hangat."jelas ra eun membuat yoo ra kesal.

Byuurr!

Yoo ra menyiram ra eun dgn air minum.

"yoo ra! Knp kau lakukan itu?"seru minho.

"apa? Jd skarang oppa berpihak pdnya? Aku tidak akan biarkan! Aku akan menuntutmu karna kau sudah meracuniku!"ancam yoo ra.

"suster yun sebaiknya kau keluar dulu!"jelas minho pelan.

Ra eun pun keluar sambil melamun.

Key dan dokter seo lewat di hadapan ra eun.
Ra eun tidak memperhatikan dan trus berjalan.

"hey! Knp dgn suster yun?knp dia mandi tidak handukan?"ujar dokter seo.

"kau duluan saja, aku ada urusan sbentar!"

"ee aku tahu! Kau mau menemui suster yun kn?ayolah dokter kim,hihi!"

"lebih tepatnya menyuruhnya untuk handukan stelah mandi! Yasudah aku kesana dulu!"jelas key berjalan.

"aah! Dokter kim itu! Bilang saja kalau dia menyukai suster yun,munafik,heum!"

==
key menghampiri ra eun yg duduk di taman.
"spertinya aku harus membeli pabrik sapu tangan,, ini lap biar tidak bsah!"kata key memberikan sapu tangan.

"tidak perlu, aku ingin sendiri!"jelas ra eun.

"knp ingin sndiri? Manusia itu butuh teman, emh. .anggap saja aku spongebob dan kau adalh patrick, kau bisa cerita padaku!"

"apa? Knp harus aku yg jd patrick? Lebih tepatnya kau menjadi gery."

"iya2 terserah! Skarang critakan padaku knp kau bisa bsah bgini?"

"nona kim menyiramku dgn air!"

"apa? Masih bgus pakai air

Part 12.

"coba saja pakai gelas! Memang knp lg dia?apa tidak mau minum obt lg?"

"bukan! Dia menanyakan padaku,apakah aku menyukai dokter choi, lalu aku jawab saja, di mana ada yeoja yg tidak menyukai dokter choi yg ramah,kompeten dan hangat!lalu dia menyiramku"

"aduh! Tentu saja dia lakukan itu, dngar yah, meskipun kau menyukai dokter choi kau tidak akan berhasil,karna kim yoo ra akan menghancurkan siapapun yg akan mrebut dokter choi darinya, jd sbaiknya lupakan!"

"benarkah? Tapi benarkah dokter choi itu menyukai nona kim?"

"setahuku, dia hanya menyukai kim yoona,eonni yoo ra!"

"kim yoona? Apa dia lebih cantik dr nona yoo ra?"

"dia bukan hanya cantik wajahnya,tapi hatinya sngat mulia, dulu dia juga dokter di RS ini, tapi skarang dia sudah meninggal, ia menderita penyakit kanker hati,sama dgn yoo ra skarang!slain tu ,dia menyumbangkan beberapa organ tubuhnya untuk pasien2 yg membutuhkan.sperti jantung,ginjal,mata dan darah"
jelas key.

"benarkah ada org semulia itu?pantas saja dokter choi terlihat pemdiam skali"

"jadi sbaiknya kau menyerah saja!"

"menyerah apa? Kau ini bicara apa? Aku hanya mengaguminya saja."

"bguslah! Kalau bgitu ayo kita makan siang!"
ajak key menarik tangan ra eun.

"iyh! Jgn tarik aku!"
mreka pun pergi makan siang.

==
sampai di sbuah restoran.
"knp kau mengajaku kemari? Ini kan restoran mahal,aku makan di kantin saja!"

"hey! Sudah kemari mau blik lg! Dasar bodoh!"kata key memukul kepala ra eun.

"iyh! Tapi aku tidak punya uang untuk makan disini!"

"memang kusuruh kau yg byar? Dasar yeoja bodoh! Ayo!"

mreka pun duduk di bangku sambil memesan makanan.
"aku pesan cowsteak saja ya!kau pesan apa suster yun?"jelas key.

" aku ramen pedas saja!"

"apa? Ramen! Tidak2! Pesan steak yg sama saja dgnku!"jelas key,pelayan pun pergi.

"hey! Knp kau mengganti pesananku?"

"memang knp? Aku kan yg byar? Lg pula makan ramen tidak bergizi!"

"tapi ramen itu enak!"

" enak blum tentu bermanfaat! Jd diamlah!"

"iyh!"ra eun merasa kesal.

Tidak lama pesanan pun tiba.

Mereka siap makan, tapi ra eun

Part 13.

Ra eun terlihat kesulitan memotong daging steak.

"ah! Mana ada orang yg memotong daging sepayah itu? Sini biarku potongkan!"
jelas key mengambil piring ra eun.

"aku memang tidak biasa makan pakai pisau!"
ra eun memandang key yg memotong daging.

"ini! Habiskan!"
key memberikan piring.

"gomawo!"

"oya ,kau asli dari inceon?"

"ya!"

"keluargamu disana?"

"ya!"

"ada brapa anggota keluarga?"

"2."

"heuh! Kau ini, kalau di tanya jwb yg benar, dr tadi hanya jwb 1 kata saja,apa mulutmu sdang sariawan?"

"iya, aku tinggal dgn eommaku!"

"kau bilang tadi 2?"

"2 itu dgn ku!"

"oh, apa tidak ada yg lain?"

"tidak!aku anak tunggal"

"waw! Berarti kau kesepian?"

"tidak juga, karna aku punya banyak teman!"

"benarkah? Heumm!kalau aku, aku juga sama, anak tunggal, org tuaku masih lengkap! Oya kau tidak tinggal dgn appamu?"

"appa ku sudah lama meninggal,"

"sakit?"

"ya, dia terkena kanker otak!"jwb ra eun sdikit melamun.

"benarkah? Manhe aku tidak bermaksud, sperti apa dia? Dan apa pekerjaannya?"

"dia seorang dokter, dia baik, setia,slalu menepati janji, dan sangat menyayangiku!"

key terdiam.
"bagiku dia adl pahlawanku, dia sudah menyelamatkan byk orang, bahkan dia tidak pernah beri tahu aku atau eomma tentang penyakitnya, dia slalu berseri ,sampai di akhir hayatnya, dia menggenggam tanganku dan berkata, agar aku tidak mengikuti jalannya,karna dia tidak bisa melihatku mendrita mengemban tanggung jwb yg bgitu bsar."jelas ra eun dgn mata berkaca2.

"ya, aku mengerti, itu memang sangat berat untkmu, tapi percyalah di balik ucapannya itu ,ia ingn kau bisa lebih berguna dr pd menjadi seorang dokter."jelas key.

"oh! Mianhe! Aku terlalu byk bicara!"

"tidak apa2! Tidak sebanyak aku!"
kata key tersenyum.

Sudah slesai makan,
mreka pun pulang,
key memayungi ra eun karna di luar hujan.

Mreka pun pergi dgn mobil key.


Stelah hampir 10 menit, mobil key mogok.
"knp dgn mobil ini?"

"aduh! Aku lupa isi bensin!"kata key memukul dahinya.

"haduh! Kau ini, knp bisa lupa? Lama kelamaan kepalamu pun pasti kau lupakan"

Part 14.

"iya2 !aku yg salah,haduh mana di luar hujan!kita tunggu saja yah sampai hujannya berhenti?"

"apa kau mau menunggu? Haduh! Kau ini keterlaluan! Stengah jam lg aku akan ada operasi dgn dokter choi!"

"lalu bgaimana? Disini tidak ada pom bensin!"

"terpaksa, aku yg akan dorong."
jelas ra eun keluar.

"hey! Tapi di luar hujan!masuklah! Biar aku yg dorong,kau bisa kena flu"


key pun ikut keluar.
"dokter kim! Kau mau apa? Siapa yg akan pegang kemudi."

"mobil ini kehabisan bensin,jd tidak akan hdup jika tidak ada bensin! Kita dorong sampai pom bensin! Spertinya di sebrang jalan sana ada!"jelas key.

Mreka pun mendorong mobil.
"dokter! Kau tidak takut sakit?"
"huft! Aku ini namja, mau taruh dmn wajahku kalau kau yg dorong,lbih baik dorong bersama."kata key tersenyum.

Mreka hujan2an sambil mendorong mbil.

Tidak lama terlihat pom bensin.
"nah itu dia, ayo!"
seru key yg mendorong mbil lbih kuat.

Sampai di pom mreka mengisi bensin dan bergegas pergi ke RS.

==
minho menunggu ra eun.
"dimana suster yun?"

"ia belum kembali dok!"jelas seorang suster.

Tidak lama ra eun datang sambil berlari dgn basah kuyup.

"suster yun? Knp basah kuyup?"

"mianhe dok! Aku kehujanan saat pulang mkn sian."

"baiklah! Cepat ganti bajumu agar tidak sakit!"

"baik dok!"
key menatap ra eun dari kejauhan.
Part 15.

Ra eun pun bergegas ganti baju.

==
selesai operasi ra eun pergi ke ruang obat.

Sementara key sdang berjalan menuju ruang obat.

Tiba2 ra eun merasa pusing, dan hidungnya mimisan.
Ra eun sgera mencari bangku.
Mata ra eun kunang2.

Cekrek!

Key masuk dan mencari obat yg di butuhkannya.

"bukankah itu suster yun?"key menghampiri ra eun yg menunduk.

"kau sdang apa? Apa mau ambil obt jg?"

gubraakk!

Ra eun pingsan.

"suster yun! Kau knp? Suster yun!"key melihat byk darah di tangan ra eun.

Key pun sgera menggendong ra eun.

"knp suster yun?"tanya minho yg ikut berlari.

"dia tiba2 pingsan!"

key sgera memeriksa ra eun.
"ada apa? "

"spertinya dia sakit, mungkn karna kehujanan tadi."jelas key.

"apa tadi dia bersamamu?"tanya minho.

"ya, tadi kami mkn siang bersama, tapi karna mbilku mgok,jd kami berdua mendorongnya sampai pom bensin."

minho hanya diam.


Tidak lama ra eun pun sadar.

"knp aku disini?"
tanya ra eun.

"kau itu pingsan!"

"suster yun! Jika kau merasa tidak enak bdn lbih baik kau katakan,agar tidak terulang lg!"jelas minho.

"mianhe dok!"

"untk smentara ini kau tidak usah bkerja dulu!"jelas minho.

"tapi dok. . !"

"ini perintah! Jd istirahatlah! Dokter kim, buatkan resep untknya!"minho lalu pergi.

Key menatap minho yg bgitu kawatir.

==
sudah pukul 8 mlm, ra eun pun bergegas pulang.
Tiba mbil minho di hadapannya.

"suster yun! Masuklah!"

"dokter choi?"

ra eun pun tidak bisa menolak,akhrnya ia ikut mobil minho.

Sementara para suster lngsung bergunjing.

Kebetulan saat itu yoo ra ada di lorong RS dan mendengar bhwa minho mengantarkan ra eun pulang.
Yoo ra pun menjadi sangat kesal.

"suster yun! Rupanya kau ingn merebut minho dr ku!heuh! Kita lihat saja apa yg bsa ku lakukan."

==
keesokan harinya seperti biasa ra eun mengantarkan obt pd yoo ra.
Tapi wajahnya sangat pucat.

"suster yun!"sapa minho.

"oh,slmt pagi dok!"ujar ra eun aga lemah.

"kau mau antar obt kmana?"

"ke kamar nona kim!ada apa dok?"

"tidak apa2! Aku harap ia tidak berbuat ulah lg!"

"oh itu, hehe. .tnang saja,

Part 16.

"baiklah! Tapi apa kau sudah sehat?"tanya minho menghampiri ra eun.

"oh, iya dok! Aku masuk dulu yah!"seru ra eun aga canggung.

Minho pun berjalan pergi.


Saat tiba di kamar yoo ra.
"nona kim skarang waktunya minum obat yah!"kata ra eun mengambilkan air di gelas dan 3 butir obat.

Praang!!

Yo raa mengibaskan obat dan gelas di tangan ra eun sampai pecah.

"aku tidak mau minum obat!"

"tapi nona..."

"kau! Pergi kau! Pergi sbelum aku berbuat kasar padamu!"seru yoo ra mengamuk.
"apa kemarin minho mengantarmu pulang?"

"i iya nona, tapi tenang dulu!"

"diam kau! Dasar suster brengsek!"

braaakk!

Yoo ra mendorong ra eun sampai jatuh dan mengenai pecahan gelas.

"aw! "ra eun terluka.

Yoo ra tidak perduli.

Cekrek!

Key sgera masuk ke kamar yoo ra.


"ada apa ini? Knp brisik skali?"
key melihat luka di tangan ra eun.

"tidak ada apa2 dok! Saya akan bereskan!"
jelas ra eun.

"apa? Tidak ada apa2 kau bilang? Dasar suster penggoda! Kau tahu,choi minho itu milikku, jadi jgn berani mendkatinya! Mengerti!"
ancam yoo ra.

"sudahlah! Suster yun! Bisa kau keluar, aku harus menenangkannya skarang!"jelas key.
Ra eun pun menurut.

"hey kau! Mau pergi kmana kau? Aku blm slesai!suster bodoh!"seru yoo ra.


Ra eun pun pergi ke kamar mandi dan memeriksa lukanya.
"aduh! Knp darahnya banyak skali !"

==
ra eun pergi ke ruang isolasi untuk mengantarkan cairan infus.

"suster yun!"sapa minho.

"dokter choi?"

"aku dngar yoo ra melukaimu?"

"oh, gwenchana,aku tidak apa2 dok,hanya luka ringan."

"biar ku lihat!"
minho melihat luka ra eun.

Key menghampiri mreka.
"sdang apa kalian?"

"oh, aku sdang memeriksa luka suster yun!"

"biar aku yg tangani, dokter choi bukankah kau masih ada jadwal memeriksa pasien?"

"baiklah! Dokter kim, tolong kau obati lukanya,aku pergi."minho pun pergi.

Key menarik ra eun ke ruangannya dan mengobatinya.
"knp kau bwa aku kesini?"
tanya ra eun.

"memang knp? Itu terserah aku!"

"iyh, aku tidak apa2 biar ku obati sendiri!"

"eyh suster bodoh! Diamlah kalau dokter sdang mengobati!"

Part 17.

"kau bkan mengobati,tapi menceramahiku! Sudah ah!"

bruggh!

Tiba2 ra eun terjatuh ke lantai dan mengeluarkan darah dr hidungnya.

"kau ini, sudah ku bilang diam dulu, apa kau pusing?mual? Atau tidak bergairah?"
tanya key tapi ra eun malah pingsan.

==
key memeriksa ra eun.

"aneh skali, trombosit darahnya tidak stabil,aku harus memeriksa lebih lanjut."kata key duduk di samping ra eun yg sdang tdur.



Berhari2 key melakukan pemeriksaan sdangkan ra eun bkerja sperti biasanya.

"hasil tes mu akan keluar besok, jadi kau bisa ambil di ruangan dokter seo."jelas key.

"baik !gomawo!"


==
ke esokan harinya ra eun membawa pengacaranya untuk menuntut ra eun tentang kasus keracunan obat tempo hari.

"aku mau,kau menuntut suster itu mengerti?"

"baik nona, saya akan laksanakan!"

yoo ra hanya tersenyum.


==
key penasaran dgn hasil tes check up ra eun,ia pun menyuruh suster mengcopy data2nya pada komputer key.

Key membuka hasil tes.
Dan hasilnya adl.

"apa?"
key terkejut melihat hasil check up itu dan sgera menelpon dokter seo.

"halo! Dokter seo!apa kau sudah memberikan hasil check up pada ra eun?"tanya key gemetar.

"oh, aku sudah menyuruhnya mengambil di mejaku, ada apa dokter kim?"

key pun tidak byk bicara,dan langsung berlari ke ruangan dokter seo,
smentara ra eun sudah hampir membukanya.

Deggg!

Sudah di buka,.ra eun melihat hasil tes nya,dan hanya membelalakan matanya.


Key terus berlari.
"(suster yun! Kau tidak boleh membukanya)"gumam key kawatir.

Sampai di ruangan dokter seo,key melihat ra eun yg sdang duduk membaca hasil check up nya.

"suster yun!"

ra eun menoleh.

Srett!

Key sgera mengambil kertas tesnya.
"aku yakin ini pasti keliru!"jelas key menghibur.

Ra eun hanya menatap key dgn pandangan sayu.

"hehe,dokter seo pasti salah.aku yg akan memeriksamu!"

"apa? Heu. .tidak apa2, tidak apa2 jika aku sakit, kau sudah berusaha melakukan check up berkali2 padaku kan?bahkan kau tidak berani mengatakannya padaku, gomawo!"jelas ra eun.

"kau ini bicara apa? Aku belum memeriksamu,jd ada kemungkinan

Part 18.

"benarkah? Apa dokter seo benar2 salah?"tanya ra eun berharap.

"ya, dokter jg manusia, jd bisa saja salah,makanya kau jgn kawatir."
jelas key.

Ra eun hanya diam.


==
malam itu key menatap hasil check up ra eun.
"knp aku jd tidak tenang,padahal dia tidak ada hubungannya dgn ku."key merasa bingung dgn perasaannya.

==
pagi itu key menjemput ra eun di asrama.

"kau? Ada apa datang kemari?"
tanya ra eun.

"tentu saja menjemputmu,anggaplah aku sdang berbaik hati,ayo masuk!"

"knp aku harus ikut kau?lalu knp kau menjemputku?"

"sudah jgn banyak bicara lg,cepat!"

"setidaknya kau jelaskan dulu tujuanmu menjemputku?"

"baik, aku ingin mengantarmu sampai ke RS"

"Knp kau mau mengantarku?"

"memangnya harus ada alasannya? Apa jika aku katakan aku ingin senang harus ada alasannya? Sudahlah cepat!"

"kau ini,benar2 dokter seribu kata yah!"
ra eun pun naik ke mobil.

Saat di perjalanan key menatap wajah ra eun yg pucat.
"suster yun! Apa kau baik2 saja? Knp wajahmu sperti ikan rebus bgitu?sangat pucat!"

"benarkah? Mungkin aku kurang tidur."

key menatap kawatir dan membelokan mobilnya ke apotik.

"knp kesini? Apa kau mau beli obat?"
tanya ra eun.

"tentu saja, memangnya mau beli apa lg?paku?"
goda key.

"kau ini!"

key pun masuk ke apotik.



Tidak lama key kembali.
"ini minum!"
perintah key.

"apa ini?"

"katanya lulus ujian perawat,suplemen saja tidak tahu! Cepat minum,agar kau tidak lemas dan tetap smangat!"jelas key tersenyum.

Ra eun diam sejenak,lalu meminum suplemen.

"gomawo!"ujar ra eun malu.

"ya ya ya, tapi kau harus smangat dulu!"

prok prok prok!

"baiklah aku smangat!"triak ra eun menepuk tangannya.

Key hanya tersenyum.
"yeoja aneh!"


==
sampai di RS terlihat minho dgn hasil tes check up milik ra eun di tangannya.

"apa? Leukimia? Jadi suster yun. . . "

ra eun dan key terlihat jalan bersama menghampiri minho.
Minho pun menyembunyikan hasil tes.

"anyeonghaseo! Slmt pgi dokter choi!"seru ra eun.

"oh, pagi suster yun! Oya dokter kim bisa kita bicara sbentar?"
pinta minho.

Part 19

sampai di ruangan minho.

"apa kau sudah tahu tentang hasil general check up suster yun?"

key ternganga melihat minho memberikan hasil tes.

"ya ,aku sudah tahu!"

"lalu apa suster yun sudah tahu?"

"dia sudah tahu, tapi. . . . . . . .aku menyangkal hasil tes itu."jelas key.

"knp?"

"kelihatannya dia belum siap, kau tahu kan dia baru saja bekerja beberapa minggu, aku tidak ingin membuatnya sedih."

"tapi sampai kpn? Walau bgaimana pun kita ini dokter,kita di sumpah untk slalu jujur pada keadaan yg ada!"

"kau benar!"

"lalu knp kau langgar sumpah itu dokter kim?"

"biarlah aku melanggar sumpahku, asal suster yun masih bisa bekerja dgn smangat dan tetap menyukai pekerjaannya."

"tapi cepat atau lambat ia pun akan tahu,karna kondisinya sudah hampir batas akhir,kau tahu kan penyakit ini sangat cepat prosesnya?"

"aku tahu, aku akan mengurusnya, dan aku. . .akan mencarikan donor sumsum tulang untuknya"
jelas key.

Minho hanya terdiam.

==
ra eun berjalan menuju ruangan key.
"huft! Smoga hasil tesnya baik2 saja."ujar ra eun berdoa.

Cekrek!

"suster yun? Ada apa?"

"bukankah hasil tes kesehatanku skarang sudah di cetak?"

"oh, emh. .silahkan duduk dulu. "
key mengambil sbuah kertas.

"ini hasilnya!"kata key memberikan hasil yg palsu.

Ra eun melihatnya.
"leganyaa,ternyata hanya kelelahan dan anemia, hehe. .knp tidak katakan langsung saja,membuat gugup saja."kata ra eun senang.

"ya, maka dari itu aku sudah siapkan obat untuk mu!"

"obat?"

key memberikan obat2an dgn porsi yg banyak.

"untuk apa obat sebanyak ini? Aku kan baik2 saja."

"aku tahu, tapi aku tidak ingin kau jatuh sakit,jd menurutlah,jgn bertanya lg!pergilah!aku sibuk."
jelas key

"baiklah, gomawo dokter kim yg cerewet!"

"kau meledeku? Awas kau!"

ra eun pun berlari keluar.

"(setidaknya,obat itu bisa memperlambat prosesnya,smoga saja.)"

==
malam itu ra eun sdang duduk di taman asrama.

Tidak lama ponselnya berbunyi tanda tlp masuk.

"dokter kim? Ya halo! Ada apa?"

"knp nada bicaramu kasar skali,apa kau makan lebah?kau sudah minum obatnya?"

Part 20.

"obat apa? Tumben skali kau menelpon ku?apa ada yg kau perlukan?"

"ya! Aku perlu laporan jadwal minum obatmu, cepat jwb! Kau sudah meminum obt yg ku berikan belum?"
tanya key.

"oh, belum,memangnya knp?"

"haduuh kau ini, cepat minum obatnya!kalau tidak aku akan ke sana dan memaksa mu menelan satu persatu obt itu!"

"coba saja kalau bisa!"
seru ra eun menutup tlp.

"halo! Halo! Haaah! Sembarangan skali menutup tlp!"key pun bergegas pergi ke asrama ra eun.

==
saat sampai asrama.

Ting tong!

Suara bel berbunyi.

"iya sebentar! "seru seorang teman ra eun membuka pintu.

"aaaa!"triak teman ra eun.

"sssttt. . ! Knp kau triak? Org akan menyangka ada artis datang kemari!"ujar key.

"do do dokter kim!ada apa ke kemari?"

"aku mencari yoon ra eun,dimana dia?"seru key yg duduk di sofa dgn santai.

"oh,suster yun ada di kamar,dia sdang sakit."

"sakit? Apa ku bilang."

"siapa bilang aku sakit?"seru ra eun menghampiri key.

"oh, rupanya kau tidak sakit yah? Sia2 aku kemari!"jelas key.

"kau tidak waras! Malam2 begini mau apa kemari?kau tahu kan tempat apa ini?"

"tentu saja aku tahu, aku bisa membedakan plang alamat dgn sangat baik,ini asrama perawat."sindir key.

"lalu mau apa kau kemari?"

"mau buang angin!"

"dasar gila!"

"kau fikir itu benar2 tujuanku? Konyol!Aku kemari untuk memaksamu minum obat!"
jelas key.

"jauh2 kemari?"tanya teman ra eun.

"benar! Aku menghabiskan waktu 15 menit demi menyuruh yeoja beralis tebal ini minum obt,ayo!"seru key.


Key pun menyaksikan ra eun yg bersiap2 minum obt.

"ayo minum!"

"iya! Cerewet!"
ra eun pun meneguk 1/1 obt itu.

"ayo minum lg, hanya tinggal 1 lg!ayo aaa?"
ujar key yg menyuapi ra eun.

"iyh! Hentikan! Aku bukan anak TK!"

"tapi tidak ada bedanya,ayo buka mulutmu!"

key memaksa ra eun menelan obat.

Uhukuhuk!

Ra eun pun tersedak.

"apa kau mau membunuhku? Aku tersedak,uhukuhuk!"

"iya2! Mianhe. .habis menelan obt saja lamban,"

"aku tersedak obt gara2 kau tahu!"

plakk!

Ra eun memukul bahu key.
"masih untung kan,tersedak obt,daripada tersedak gelas?!"

Part 21.

"iyh! Dasar menyebalkan!"
ra eun hendak memukul key.

"ini untuk kebaikanmu!"jelas key menahan tangan ra eun.

"memang obt apa itu? Hanya vitamin kan?"

"ya, anggaplah itu obt vitamin untkmu, ingat! Jgn pernah mencari tahu tentang asal usul obat itu,cukup minum dgn teratur dan patuhi nasihatku,karna skarang aku adl dokter pribadimu!"

"apa? Kau gila! Untk apa kau jd dokterku?"

"karna kau pasienku pengidap anemia!"

"knp harus kau? Aku akan lebih bhagia jika dgn dokter choi!"

"tidak! Aku yg bertanggung jwb atas dirimu!"

"knp kau mau?aku tidak punya uang untk membyarmu!"

"ini gratis,anggp aku sdang berbagi dgn kaum jelata."

"apa? Kau benar2!otakmu sudah 70% eror! Knp kau lakukan ini pdaku?"

"karna aku perduli padamu!"

"apa? Knp kau perduli? Apa kau menyukaiku?"

"kau ini slalu mengatakan knp knp knp. .apa tidak bisa menurut saja?"

"aku tidak bisa sembarangan bergaul! Cepat katakan knp? Apa kau tertarik padaku?"

"anggaplah begitu!"

"apa??"ra eun ternganga.

"ya, anggaplah aku memberikan perhatian spesial pdamu karna aku tertarik padamu!"

"benarkah? "
ra eun bingung.

"tentu,apa kau ingn aku menciummu atau memelukmu agar kau percaya?"

"brani lakukan itu ,maka sepatuku akan melayang ke wajahmu!"

"yasudah! Dgn ini saja!"

tiba2 key mencium pipi ra eun.

"kau?"ra eun ternganga dan hendak memukul key.

"anggp ini tanda kalau kau adl pasien spesialku !"kata key menahan tangan ra eun.

"kau benar2 gila."

key hanya tersenyum.

==
keesokan harinya ra eun terus memikirkan ciuman pipi itu.
"iiyh! Dia itu bedebah skali,mencium sembarangan!"

"siapa yg bedebah? Aku?"tanya key dari arah belakang.

"kau? Mengagetkan saja!"

"siapa yg bedebah? Aku bukan bedebah,tapi mafia cinta!"jelas key tersenyum.

"dasar otak miring!"ra eun hendak pergi,tapi key menarik tangannya.

"sudah di minum obtnya?"

"sudah! Aku mau urusi pasien dulu!"

"baik! Ingat! Jam 12 siang aku tnggu di taman RS,kau harus datang! Jika tidak aku akan menyeretmu!"

"aku tidak janji!"
triak ra eun pergi.

"hey! Kau harus janji!"triak key.

Part 22.

Siang itu terlihat yoo ra yg berjalan menuju taman RS.
Tiba2 tubuhnya melemah dan terjatuh,
ra eun datang menghampirinya.

"nona kim! Anda tidak apa2?"
yoo ra mengibaskan tangan ra eun.

"mari saya bantu!"

"lepaskan! Aku tidak butuh bantuanmu!"
yoo ra pun berjalan lg.

"nona kim! "

"lepaskan! "

"nona kim! Sampai kpn kau akan berskap bgini, kau harus fikirkan kesehatanmu!"

"knp harus? Aku tahu,kau hanya basa basi saja baik padaku! Lg pula untk apa aku memikirkan penyakitku? Aku sudah mau mati,jd tertawalah!"

"knp kau sangat membenciku?"tanya ra eun.

"karna aku benci kau yg slalu membawakanku obt,menganggapku lemah ,aku benci suster dan aku benci kau yg slalu berkeliaran di skitar minho!puas?!"

"baiklah kalau bgitu anggaplah aku teman yg ingin membantu!"

"apa? Teman? Jgn mimpi! Kau berbeda dgnku, kau adl musuhku mengerti!"

brugh!

Yoo ra terjatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

"nona kim! Baiklah!kau boleh menganggapku musuh,tapi biarkan aku membantumu!"

"pergi kau!"

ra eun pun akhirnya menggendong paksa yoo ra.
Walau dgn langkah yg lamban ra eun trus menggendong yoo ra.

Key dan minho melihat itu.
"apa barusan itu suster yun?"tanya key.

Minho hanya diam.

Tidak lama ra eun datang.
"dokter kim! Pasien di kamar 202 harus sgera di priksa!ia mengeluarkan darah dari mulutnya."jelas ra eun.

Mreka pun berlari ke kamar yoo ra.

"dokter choi tlong stetoskop mu! Punyaku ku tinggal di mejaku! Suster yun priksa tekanan darahnya"
seru key.

"baik dok!"

"minho! Apa aku akan mati skarang?"tanya yoo ra dgn nada yg lemah.

"tentu tidak! Dokter kim akan menyelamatkanmu!"

ra eun pun memasangkan oxigen pd mulut yoo ra.

Minho pun pergi keluar.

Ra eun menatap yoo ra dgn sendu.


==
siang itu ra eun berjalan di lorong RS.

Muncul key di belakangnya.
"kau sudah makan siang?"
tanya key.

"oh,kau? Belum"

"kalau bgitu ayo!"

tanpa protes ra eun pun ikut dgn key.

Saat di mobil ra eun hanya diam memikirkan yoo ra.

"knp kau diam saja? Tumben skali! Apa kau sariawan?"tanya key.

Part 23.

"tidak! Oya. .apa nona kim ada kemungkinan sembuh lg?"

"emh, ada, hanya 30% kemungkinannya,itu juga harus ada pendonor hati,,tapi knp kau tanyakan itu?"

"donor hati? Hemm. .aku kasihan skali melihatnya, dia sangat mendrita dan kesepian."

"dr mana kau tahu dia kesepian?"

"dr sikapnya sudah terlihat jelas, dia slalu kasar,marah2 dan kdang sperti anak2, itu karna dia tidak punya teman dan org di sisinya..andai saja aku bisa jd temannya"

"wah! Ku kira kau membencinya,karna sering kali ia melukaimu, tapi tidak ku sangka kau perduli padanya."key tersenyum.

"kau ini, suster kan harus melayani pasien dgn baik. Aku ingn skali dia bisa tersenyum, aku yakin sbelum dia sakit,dia pasti yeoja yg manis dan cantik."

"benar! Dulu dia anak yg ramah dan di sukai byk org.. Tapi semenjak ia sakit,teman2nya mengacuhkannya dan akhirnya meninggalkannya."

"benarkah? Aku sudah menebak, oya bgaimana kau bisa tahu?"

"karna aku temannya sjak kecil."

"hemm..bgitu! ,mulai bsok aku akan menjadikannya temanku!"
seru ra eun smangat.

"jgn aneh2! Nanti dia bisa melukaimu lg!"

"tidak! Tenang saja, aku akan membuatnya mau berteman dgnku..aku ingin menyemangatinya,sbg susternya aku harus membantunya!"

key pun tersenyum.
"(yun ra eun! Kau benar2 polos, kau pun tidak tahu kalau kondisimu saat ini sdang kritis, tapi. . .biarlah! Aku harap aku bisa menyelamatkanmu, aku ingn melihatmu slalu tersenyum sperti ini.)"gumam key dlm hati.

==
sampai di restoran mreka bertemu minho,dan akhirnya makan bersama.

"suster yun apa kau baik2 saja?"tanya minho.

"oh, aku baik2 saja,memang knp dok?"
ra eun merasa heran.

"oh tidak ada apa2,tadi kan kau menggendong yoo ra,apa tbuhmu tidak sakit?"

"oh tidak dok tnang saja."ra eun tersenyum.

"oia dokter choi kau suka minum soju?"
lanjut ra eun.

"ya, kdang2, knp?"

"ah tidak apa2, namja korea akan terlhat hebat kan saat minum soju bersama."

"kau juga suka minum?"tanya minho,key hanya menatap cemburu.

"ya, aku suka!"

"kalau bgitu ayo kita bersulang?"

"eh,tapi knp dokter kim tidak minum jg?"

Part 24.

"dokter kim tidak pernah minum soju."
jelas minho.

"apa? Jd dokter kim tidak berani ya?"
kata ra eun tersenyum meledek.

"syapa bilang? Aku berani, hanya aku lbh biasa minum sempeince."
jelas key gugup.

"bukankah kau tidak kuat minum minuman beralkohol?"tanya minho.

"si siapa bilang?aku kuat!"

"yasudah kalau kau tidak kuat tidak apa2, mari dokter choi, bersulang!"

key pun buru2 menuangkan soju pada gelasnya dan ikut bersulang.

"aaah! Arak ini keras skali,sperti vodka!"
kilah key.

"heumm,justru vodka yg kadar alkoholnya rendah!bilang saja kau memang tidak kuat!"
ledek ra eun.

Tiba2 dari hidung ra eun keluar darah.
Key melihat itu dan merasa kawati.

Darah pun menetes.
Ra eun menyadarinya.
"mianhe,aku ke toilet dulu!"ra eun pun hendak berdiri,tapi key mencegahnya.

"disini saja! Pakai sapu tanganku!"kata key menutup hidung ra eun dgn sapu tangannya.

Minho terlihat hawatir.

"makanya! Jgn minum arak! Jadi mimisan kan!"omel key.

"tapi biasanya aku baik2 saja saat minum arak."ra eun merasa heran.

"ah! Jgn brfikir yg tidak2 ,kau hanya panas dalam! Benar kan dokter choi?"ujar key.

Minho hanya diam.
"(apa dia bgitu memperdulikan suster yun? Dia benar2 menyukainya.)"gumam minho dlm ht.

==
saat di perjalanan ra eun merasa tbuhnya sangat lemas.

"knp kau diam saja?apa kau pusing?"tanya key.

"ya, tbuhku sdikit lemas."

"kalau bgitu aku akan mengantarmu pulang!"

"tapi ini jam kerja!"

"ksehatan lbh penting! Aku akan ijinkan kau pada dokter choi."

"baiklah,gomawo!"


sampai di asrama ,ra eun berjalan gontai menuju gerbang.


"hati2! Biar ku gendong kau!"key pun menggendong ra eun.

"tidak usah! Kau membuatku malu!"

"sudah jgn crewet!"

key menaruh ra eun di kasur.

"istirahatlah! Oya dimana obt yg ku berikan padamu?"
tanya key.

"di dalam laci!"

key pun mengambilnya.
Terlihat sbuah kalung berlian berinisial K.
Key menatap kalung itu sbentar.

"ini, minumlah!"key meminumkan obt pada ra eun.

"gomawo!kau kembalilah, masih byk kerjaan kan?"ujar ra eun.

"tidak juga, aku akan menyaksikan sndiri kau tdr

Part 25.

"aku bukan anak kecil!"


"ah! Tutup mulutmu, kalau tidak aku akan disini semalaman!"ancam key.

"kau tetap konyol!"

"kalau aku tidak konyol bukan kim kibum berarti..oya. .kalung apa itu?"

"kalung apa?"

"itu,kalung yg berinisian namaku!"

"huft! Percaya diri skali kau! Itu tidak ada hubungannya dgn mu!"jelas ra eun.

"benarkah?lalu apa? Apa itu wasiat?"

"semacam itu! Itu kalung appaku! Knp memang? Apa kau naksir?"

"untk apa aku naksir milik org lain! Aku lebih naksir pada pemiliknya!aku hanya merasa pernah melihatnya saja"

"kalau bgitu kau naksir pada appaku?"ledek ra eun.

"belaga bodoh lg! Tentu saja padamu!"

ra eun terdiam menatap key.

"knp? Apa kau terpanah cintaku?"

"lebih tepatnya tertusuk foni miringmu!"

key menatap ra eun.

"kau harus jaga diri baik2,jgn telat makan dan slalu minum obt"ujar key menyelimuti ra eun.

"knp kau sangat memperhatikanku? Apa ada sesuatu yg akan menbantumu dr diriku?"

"memang knp kalau aku memperhatikanmu? Itu wajar kan? Yeoja dan namja saling memperhatikan bukankah itu pertanda normal!"

"kau gila! Tapi aku ucapkan,gomawo! Aku mau tidur dulu,pergilah!"seru ra eun.

"hey kau! Untng sdang sakit, kalau tidak, aku pasti sudah menelanmu hdup2!"ujar key yg pergi keluar.

"dasar yeoja aneh,ada namja sempurna menyukainya malah mengatakan pergilah! Dasar yeoja unik!"omel key sambil berjalan.


==
minho memeriksa yoo ra.
"apa tadi kau makan siang dgn suster yun?"tanya yoo ra.

"ya, tepatnya aku,dokter kim dan suster yun!"

"knp tidak ajak aku?"
kata yoo ra marah.

"kondisimu mash lemas, jd harus byk istrahat."

"alasanmu slalu itu, apa kau tidak mau makan siang dgn ku lg? Sejak ada suster yun kau berubah."

"sudahlah! Kau hanya perlu fikirkan dirimu sndiri yah"kata minho tersenyum.
Yoo ra pun memeluk minho.

==
key menganalisa penyakit ra eun.

"kondisinya makin buruk, apa yg harus ku lakukan?"key merasa kawatir.

Part 26.

"walau bgaimana pun kemungkinan itu akan terjadi, dia akan sgera mengetahuinya, ya tuhan, berikan aku jalan untuk menyelamatkannya,meskipun aku harus berpura2 mencintainya,jika itu bisa membuatnya smangat sampai akhir,aku rela."ujar key yg msh kebingungan.

==
ra eun bangun dari tidurnya.
Sudah byk rambut yg berserakan di bantal.

Ra eun merasa aneh dgn kondisinya yg smakin aneh.
"(knp bisa rontok? Apa karna jarang memakai vitamin rambut?)"gumam ra eun yg kemudian pergi ke kamar mandi.

Lagi2 ra eun mimisan,dan merasa pusing.
"(ya tuhan! Ada apa dgnku? Knp gelap skali?)"

gubrakk!

Ra eun pingsan.

Seorang teman (suster)membawanya ke RS. Disana sudah ada minho yg menangani ra eun.

Minho sibuk menangani ra eun,smentara key baru datang.

"suster yang? Knp kau berpakaian begini?apa RS mengeluarkan seragam baru?"tanya key yg mlihat suster yang memakai piama.

"mianhe dok! Tadi aku tidak sempat ganti bju, karna ra eun dlm kondisi yg tidak baik."

"apa? Ra eun masuk RS?"kata key terkejut dan sgera melihat keadaan ra eun.

"bagaimana keadaannya?"

"dia harus di kemo! Tidak ada waktu lg"jelas minho.

Key hanya melihat dgn pandangan kosong.

"aku sudah katakan! Cepat atau lambat dia akan mengetahuinya, bukan hanya kau yg mencemaskannya, aku pun begitu."jelas minho.

"knp kau mencemaskannya? Apa karna dia temanmu?"
tanya key.

"lebih dari itu, aku merasa suster yun adl yeoja yg mengerti tentang aku, aku btuh sosok spertinya, sjak dulu meski byk yg menyukaiku tapi aku tidak pernah sepercya ini pd seorang yeoja."jelas minho.

"ternyata kau org yg memiliki sifat sementara."

"aku tahu, tapi aku akan buat sifat sementara itu menjadi slamanya, kau hanya bisa membohonginya dan tidak memikirkan kenyataan yg lebih buruk di hadapannya!"
ucap minho stengah kesal.

"lalu bgaimana? Bgaimana aku bisa mengatakan pdnya kalau sbentar lg dia akan mati,dia mengidap leukimia?stelah itu dia akan menangis dan mengurung dirinya,itu pasti."

"tapi kau adl seorang dokter! Kau harus katakan yg sbenarnyaa!"triak minho.

Sudah ada ra eun
Part 27.

Ra eun menguping di balik pintu sambil menangis.

"biarkan saja aku membohonginya,sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya, aku tidak akan membuatnya menangis."jelas key.

"apa kau menyukainya?apa kau mencintainya dokter kim?"

"tidak! Aku hanya merasa dia perlu perlindunganku, meskipun aku harus pura2 menyukainya ,berpura2 di sampingnya,aku rela,asal dia slamat!karna dia adl org yg menderita kanker."

"konyol! Jd kau mau katakan slama ini kau hanya pura2 menyukainya?"
minho mulai marah.

"aku ,aku tidak tahu,aku belum yakin dgn perasaanku!"

"tidak perlu dokter kim!"ujar ra eun yg tiba2 keluar.

"kau? Kau sudah sadar?"kata minho terkejut.

"kau jahat skali dokter kim! Knp kau pengecut?knp kau membohongiku slama ini?"

"yun ra eun? Aku. . ."

"kau benar dokter kim! Aku hanya pasien pendrita kanker,jd sdikitpun aku tidak pernah memimpikan kau akan menyukaiku! Asal kau tahu, slama kau memperhatikanku aku merasa tidak nyaman, kadang aku berfikir, kau hanya main2 dgnku,dan ternyata smua itu benar.Gomawo atas smua nasehat dan perhatianmu! Aku merasa aku tidak cukup beruntung!anggap aku pasien yg hanya mengenalmu sbg dokter saja."
jelas ra eun lalu pergi sambil menangis.


"kau sudah berhasil membuatnya bertambah mendrita dokter kim!"ujar minho lalu pergi.


==
Ra eun berlari dan trus berlari sampai di kuburan appanya.

"appa! Apa kbr mu?hiks!"kata ra eun bicara sendirian.

"aku mau bertanya,bgaimana rasanya sakit kanker itu? Hiks hiks! Apakah stiap hari kau mimisan? Apakah stiap hari kau merasa pusing?hiks hiks! Mianheo...baru skarang aku mengetahui sakitnya,jika sejak awal aku tahu,lebih baik aku korbankan nyawaku untukmu!"ra eun trus menangis.

"aku yakin, stiap hari appa merasa tidak baik2 saja, tapi knp kau katakan padaku kanker itu tidak kejam?knp kau malah tersenyum appa?"

FLASH BACK.

Sore saat hujan appa ra eun sdang berbaring di ranjang RS di temani ra eun.
"appa! Apa kau masih sakit?"tanya ra eun kecil.

"tidak nak! Appa baik2 saja,buktinya appa bisa tersenyum!"

"tapi eomma bilang,kanker itu
Part 28.

"tapi eomma bilang kanker itu bahaya?"

"haha,eomma mu tidak merasakannya, mana bisa tahu? Tenang saja,kanker tidak sekejam apa yg eomma critakan!"appa tersenyum.

FLASH BACK END.

"appa! Aku ini benar2 putrimu! Kita sama2 memiliki penyakit yg sama.,lalu apa yg harus ku lakukan? Aku tidak bisa tinggalkan eomma secepat ini,aku takut. .aku takut besok tidak akan bisa membuka mataku lg,hikshiks!"ra eun terus menangis tanpa henti.

Sementara key hanya menatapnya dari kejauhan dgn pandangan sendu.

Tiba2 kepala ra eun pusing,dan ra eun mengerang kesakitan.

Key sgera menghampirinya.
"suster yun! Suster yun!"

key membwanya ke RS.


==
yoo ra menatap surat tuntutan untk ra eun.
"saya tunggu sampai besok, jika sudah di tanda tangani tlp saya.saya permisi."ujar pengacara lalu pergi.

"(haruskah aku melakukan ini?)"gumam yoo ra.

Tiba2 minho masuk dan melihat surat itu.

"kau mau melakukannya juga?"
tanya minho dgn wajah sinis.

"knp? Apa kau mau melindunginya?"

"aku sarankan ,sgera btalkan,karna bkan dy pelakunya!"jelas minho.

"knp kau membelanya?"

"karna dia memang tidak bersalah, sudahlah yoo ra! Hentikan ini."

"aku benci dirimu! Aku benci kau yg slalu membelanya! Pergi kau! Aaaaa!"triak yoo ra.

Minho pun keluar.

Yoo ra menangis.

"brengsek! Aku akan membalasmu suster yun! Lihat saja!"


==
eomma ra eun pergi ke asrama ra eun dan bertemu dgn teman ra eun.

"kemana yun? Apa dia sibuk?"

"oh ra eun. . . . .emh dia sdang kerja lembur."jelas suster yang berbhong.

"apa perlu aku menyusulnya? Anak itu sudah 1 minggu tidak
menelpon ku?"

"oh sbentar biar aku tlp dulu."
suster yang mrasa bingung.

"halo ra eun!"

"bukan! Aku dokter kim!ada apa suster yang?"

"emh, bgini dok! Eomma suster yun datang kemari,lalu aku harus bgaimana?"

"apa? Knp harus di saat begini..baiklah aku akan kesana."

key pun berangkat ke asrama.

==
key duduk di dpan eomma yun.
"kau siapa?"

"perkenalkan aku dokter kim! Rekan kerja suster yun."

"benarkah? Lalu knp bukan yun yg menyapaku?apa dia masih sibuk?"

"eu dia masih sibuk, sp

Part 29.

"dia akan slesai beberapa hari lagi,karna dia tugas di luar kota"jelas key.

"benarkah? Lalu knp bukan dia yg bicara langsung padaku?knp kau yg bicara?apa kau pacarnya?"tanya eomma.

"oh aku,,emh yaa, aku pacarnya,hehe."kata key aga ragu.

"benarkah? Itu bgus..baiklah menantu,aku akan kembali stelah yun pulang."

"me me menantu?"
key dan yang sun tercengang.

"iya, memang kau tidak mau jd menantuku? Awas kalau kau hanya permainkan ra eun ku!aku akan mendorongmu ke air terjun niagara."

"ni niagara? Hahah. .tentu tidak akan! Mari ahjumma aku antar!"kata key tersenyum paksa.

Key pun mengantar eomma sampai ke terminal.

"oya,siapa namamu?aku tidak ingat karna kau banyak bicara tadi"

"apa? Emh. .aku kim kibum!."

kemudian eomma memberikan ponselnya.

"catat nomor ponselmu, agar mudah menerormu saat kau menyakiti putriku."printah eomma.

Key hanya tersenyum dan mencatat nomrnya.

"ingat! Jaga ra eun ku baik2! Jujur saja,kau tidak pantas untknya,karna dia terlalu manis."ujar eomma dgn tampang dinginnya.

"haha, iya2 aku tahu, hati2 ahjumma,slamat jalan!"

==
Ra eun sadar dari tidurnya.
Ia memandang perlengkapan kemo terapi yg bgitu rumit.
"(tenyata aku masih hdup)"gumam ra eun memejamkan matanya.

Minho masuk ke kamar ra eun.
"kau sudah sadar?bgaimana keadaan kepalamu?"
tanya minho.

"sdikit pusing dan mual."

"itu wajar! Kemo akan membuatmu lebih baik."

"gomawo! Mianhe,aku merepotkan!"

"tnang saja, jgn fikirkan apapun dulu."

tidak lama key datang.
"kau sudah sadar?"kata key berbinar.

Ra eun tidak memperdulikan.

"dokter kim! Kau dari mana?"
tanya minho

"aku ada urusan sdikit..oya kau sudah minum obat?"

"jgn perdulikan aku, aku baik2 saja."

"baiklah, kau harus minum obt dulu."
key mengambilkan obat dan berusaha meminumkannya pada ra eun.

"hentikan dokter kim!"
ra eun kesal.

"baiklah! Kau boleh membenciku,asal kau minum obat!"

"itu tidak ada hubungannya dgnmu!"

"jgn bicara lg, apa kau tidak fkirkan prasaan eommamu jika tahu keadaanmu?"

minho pun keluar.

"itu tidak penting untkmu!"
ujar ra eun

Part 30.

"yun ra eun! Bersikaplah sdikit tegar!"triak key.

"tegar? Lalu apa stelah tegar aku akan sembuh? Aku akan mati,cepat atau lambat aku akan mati,jd kau tidak perlu mengatakan apapun,atau berbuat apapun untk ku.cukup diam!"

"Dengarkan aku! Jgn bersikap lemah! Jgn goyah hanya karna kau sakit, kau harus tahu, di dunia ini smua penyakit pasti ada obatnya! Bukan hanya kau yg sakit,tapi byk orang ,dan mreka sembuh!"

"apa kau pura2 bodoh?atau mau menipuku lg?aku ini leukimia,bukan flu,jd apa lg kalau bukan mati?"ujar ra eun yg menahan air mata.
"aku akan mati dokter kim! Jgn buat aku merasa lebih takut dan bergantung padamu.hikshikshiks!"
ra eun menangis tdk terhenti

perlahan key memeluk ra eun.
"bukan itu maksudku, aku hanya tidak ingn kau mrasa berbda dgn aku atau yg lainnya,aku ingn kau cria sperti dulu,tdk perduli berapa kali kau menendang dan memakiku, aku ingn kau bisa marah,trsenyum dan tertawa lg sperti dulu,kau akan sembuh, aku janji,aku janji."
kata key sambil menitikan air mta
"aku minta maaf jika kebohonganku membuatmu terluka,tapi sungguh bukan itu maksudku,aku hanya ingn kau tetap tersenyum."

ra eun menangis di plukan key.

==
keesokan harinya key dan ra eun sudah baikan,mreka mengobrol.

"apa kau baik2 saja?"
tanya key

"tentu, aku akan baik2 saja dokter kim!"

key tersenyum.

"uhukuhuk! Uhukuhuk!"ra eun batuk dan mengeluarkan darah.

Key terkejut.
"berbaringlah! Aku akan memeriksamu!"

tidak lama 3 org namja masuk ke dalam kamar ra eun.

"benar ini kamar suster yun?"

"benar! Ada apa?siapa kalian?"tanya key.

"kami dari kepolisian!
Kami mendapat printah penangkapan saudari yun ra eun atas tduhan meracuni kim yoo ra."

"apa? Tapi dia sdang skit, dan dia btuh istirahat,jd kembli lg nanti."

"baiklah kami akan tnggu sampai dia sadar!"


key pun menemui yoo ra.
"apa kau melapor polisi?"

"iya!memang knp? Apa kau mau membelanya sperti minho?"

"ya! Krna dia tidak brsalah!"

"dia bersalah! Jgn membelanya!"
triak yoo ra.

"hentikan yoo ra!"triak minho yg tba2 masuk.

"aku benci kau!aku benci kalian

Part 33.

"apa? Jadi suster yun adlah. . .tapi eomma tahu dari mana? Knp bisa?"

"dia adalah putri dari yun eun hye.. Istri pertama appamu."

"apa? Tapi . . Knp bisa begini?"


==
akhirnya karna merasa bersalah dgn kejadian terdahulu nyonya kim membebaskan ra eun.

"knp anda membebaskan aku?"tanya ra eun.

"kita akhiri saja sampai disini,aku akan mengantarmu pulang ke inceon."jelas nyonya kim tersenyum.

Mreka pun berangkat ke inceon.

Saat di mobil.

"apa kau sakit? Wajahmu pucat skali?"tanya nyonya kim.

"oh tidak, aku tidak apa2.. Tapi boleh aku tahu knp anda melakukan ini?"

"sesampainya nanti kau akan tahu alasannya."

ra eun pun diam.


==
sudah sampai di rumah ra eun.

"yun! Kau sudah pulang?"eomma tersenyum lalu kemudian terkejut.

"kim tae hee?"

ujar eomma.

"eonni?"

"apa kalian saling kenal?"
tanya ra eun.

"kami sudah sperti saudara."jelas nyonya kim.

"berhentilah bicara! Aku tidak kenal kau!"jelas eomma

"jgn begitu unn! Aku mhon maafkan aku!"

"apa lg? Stelah kau merebut suamiku kau mau apa lg?"

"aku tahu aku jahat, dan skarang aku sudah menerima balasannya, aku mhon maafkan aku. .hikshiks!"

"pergilah!"

kemudian eomma menarik ra eun ke dalam rmh.
“eomma siapa sebenarnya nyonya itu jelaskan?”
“dia orang yg sudah merebut appamu dari eomma ,, “
“mwo? Jadi yoo ra itu saudaraku?”
“ne , dia adalah dongsaengmu , sebenarnya eomma tidak ingin membahas masalah ini lagi , tapi kau sudah dewasa jadi eomma rasa kau sudah waktunya mengetahui semuanya.”
“jinja? Bagaimana mungkin semua ini terjadi sementara aku sebentar lagi akan mati, tapi aku lega, aku akan menitipkan eomma pada yoo ra, aku harap ia mau.” Ujar ra eun dalam hati.
==
Esok harinya Ra eun tetap masuk kerja. Dengan wajahnya yg sangat pucat itu ra eun mendorong rak obat ke dalam ruang penyimpanan obat.
Sreeettt !!
“Bisa tidak kau dengarkan aku sedikit saja !!” ujar key yg tiba2 muncul dari balik pintu.
“jangan ikut campur lagi ..uhukuhuk”
 Key segera memegang bahu ra eun yg hamper jatuh itu.
“kenapa sih kau ini keras kepala sekali seperti batu, ?? aku ini dokter jadi jangan sepelekan nasihatku !!” key menggendong Ra eun menuju ruangannya.
“Yaaa !! dokter kim lepaskan aku ,, yaa !! aisshh kau benar2 menyebalkan !! kenapa membopongku begini , aku malu”
“kenapa harus malu?”
“orang lain akan mengira kita..”
“pacaran? Biar saja , aku malah senang, sudah tutup mulutmu , sekarang kau berbaring saja, aku akan periksa “ key memeriksa Ra eun. Ra eun hanya menatap Key.
“Tidak bisa ini sudahsemakin parah , kau harus di kemo, “
“tapi..”
“tidak ada tapi2an , kau sudah sangat parah, bahkan kau tahu, kau tidak boleh sedikitpun terluka, jika itu terjadi maka kau akan lebih sakit lagi, apa kau mengerti?”
“lalu apa aku harus memberitahu eomma , itu akan membuatnya sedih, dia sudah tidak punya siapa2 lagi dokter kim,, hanya yoo ra y g dia miliki sekarang”
“mwo?”
 Ra eun menceritakan semuanya pada key ,,

“itu berita baguss .. kau bisa selamat ra eun “ ujar key  senang mendengar  berita itu.
“apanya yg bagus ?
“kau bisa dapat donor sumsum tulang dari yoo ra,, bukankah kalian 1 appa?”
“aku tidak bisa berbuat itu key, yoora itu dongsaengku, dan dia jg sdang sakit , aku tidak mungkin melakukan itu , kau jgn gila”
“aku bukan gila tapi aku sedang bingung”
“kenapa kau harus bingung? Aku bukan siapa2 untukmu kan?”
“aku memang bkn siapa2 , tapi setidaknya aku harus tau diri ,karna kau sudah mencintaiku makanya aku harus ikut bingung dengan masalahmu “ Ra eun hanya menatap key aneh.
“apa ? aku mencintaimu? Kenapa kau percaya diri sekali? Heuh”
“itu memang kenyataanya , kau memang mencintaiku kan? Aku tahu dari caramu meandangku , kalau kau masih bersikeras tidak mencintaiku  sekarang tatap mataku dan katakana kalau kau tidak mencintaiku?”
“pabbo !! jangan paksa aku , aku …”
“Ra eun .. tolong jangan menolak saranku lagi, jangan jauhi aku lagi, “ kata key lalu ia pergi.
==
Ra eun kembali menjalankan aktifitasnya setelah minum obat dan istirahat cukup lama.
Saat menuju kamar Yoo ra , ra eun berpapasan dengan Minho .
“Apa kau baik2 saja? “ Tanya minho.
“Ne dokter Choi .. J “ walaupun Ra eun sakit tapi ia ingin slalu terlihat sehat.
“aku akan slalu menjagamu,, kau tenang saja ne ?’
Ra eun hanya tersenyum.
“Entah kenapa , meskipun dokter choi mengatakan ia akan menjagaku perasaanku tidak sama seperti dulu lagi padanya, bukankah dulu aku sangat menyukainya ? tapi kenapa sekrang hanya ada dokter kim saja ygberputar di kepalaku.” Ujar ra eun dalam hati, kini ra eun sudah semakin mencintai key, hanya ia tidak mau mengatakannya ,ia takut kalau ia bersama key sekarang maka sebentar lagi ia akan meninggalkan key.
Cekrekk !!!
“anyeong !! kau harus minum obat dulu nona” ujar Ra eun .
“Aku tidak mau !! “
“ayolah nona , kalau kau mau sembuh kau harus meminum obatnya , aku tuangkan ya”
Praaaaannnggg !!
Yoora mendorong ra eun hingga semua obat2n berantakan. Ra eun hanya sabar dan membereskan obat2n itu.
“Gwenchana .. aku akan ambilkan lagi “
“kau ini tuli ya? Aku tidak mau minum obat, apalagi dari tangan suster penggoda seperti kau,, kau fikir aku tidak dengar perkataan minho padamau?”
“Mianhe.. aku akan menjauhi dokter choi secepatnya”
“sudah terlamabat,, kau benar2 sudah mengambilnya dariku , kau itu kurangajar !!”
Praaakkkk !!pletaaakkk !!
Yoora mengamuk dan melempar Ra eun dengan semua barang2 yg ada di dalam ruangan, sampai akhirnya Ra eun terkena pecahan kaca.
“Yoora ,, aku tidak boleh terluka, aku tidak boleh terluka hikshiks !” ra eun tersungkur ke pojok meja dengan luka di tangannya yg terkena pecahan kaca.
“mwo? Kenap[a kau tidak boleh terluka, kau tau lukaku lebih sakit di banding kau suster sialan !!”
“aku mohon ! aku mohoooooonnn hikshikshikshiks.. “ kata Ra eun sambil berlutut di kaki Yoora,
Yoora Terbelalak melihat wajah ra eun yg membiru , dan ada darah di hidung serta mulutnya.
“kau? Ka kau kenapa hah?”
“kau adalah dongsaengku .. aku akan slalu menjagamu yoora”
Yoora kebingungan melihat keadaan Ra eun yg pingsan di tempat.
“toloooooong !!”
Key dan Minho segera berlari keruangan Yoora.
“yoora ! apa yg terjadi ?” Tanya minho , key tidak bertanya lagi ia langsung mengangkat Ra eun  dan membawanya ke UGD.
Sambil menitikan air matanya key berusaha menyelamatkan Ra eun dengan semua kemampuannya.
“Aku mohon tuhan , tolong berikan keselamatan padanya “  ujar key dalam hati , minho hanya menatap key , karna selama ini key tidak pernah menangis karna seseorang , tapi kali in ia menangis demi Ra eun.
Akhirnya Ra eun kembali stabil , hanya Ra eun belum sadarkan diri.
“Huuufftt!!! “ key menghela nafasnya tenang.
“kau ,, kau hebat kibum , kau berhasil menolong Ra eun, “
“… !” key hanya diam melamun.
“Sebelumnya aku tidak pernah melihatmu menangis, aku rasa Ra eun sudah membuatmu menangis, apa selanjutnya yg akan kau lakukan?”
“entah.. mungkin aku akan mencari lebih giat lagi tentang donor sumsum tulang itu.” Key lalu pergi ke ruangannya. Minho tidak pernah melihat key seserius ini , namun minho pun ikutberusaha menyelamatkan ra eun.
==
Sore itu Key menemui Eomma ra eun.
“Mianhe aku harus melakukan ini , tapi aku harus”
“apa yg kau katakana ? kenapa kau sangat kelihatan murung dokter?”
“Yoon Ra eun .. dia mengidap  kanker darah stadium akhir, kini tubuhnya sedang terbaring di ICU , mianh ahjumma aku baru mengatakan ini padamu sekarang”
“mwo?? Apa yg kau katakan ? ra eun ku , maksudmu ia kan mati seperti appanya? ”
“ne .. mianhe , aku pun baru mengetahuinya , karna anak itu tidak pernah mengatakannya padaku, ia begitu baik hati sehingga tidak ingin merep[otkan orang lain, ia tidak pernah mengatakan pada siapapun kalau ia sakit, ia slalu baik pada setiap orang, termasuk aku yg sering membuatnya marah, aku merasa sangat berdosa karna aku belum bisa menyelamatkannya, jujur saja bagiku dia orang yg sangat penting , “ jelas key yg hamper menangis.
“apa kau mencintai anakku?”
“ne.. aku sangat mencintainya,”
“jeongmal .. kalau begitu selamatkan dia aku mohon.”
“ne , bila perlu aku akan memberikan nyawaku padanya, aku akan memberikan semua milikku untuknya jika itu bisa menyelamatkannya.”
Key memeluk eomma Ra eun.
==
Yoora berlari menuju ruangan minho.
“oppa tolong donorkan sumsum tulangku untuk ra eun”
“mwo?”
“aku suda berdosa padanya, aku sudah tau semuanya dari eomma, seharusnya aku menjaga saudaraku satu2nya , tapi malah menyakitinya hikshiks”yoora menangis.
Saat itu juga minho dan key mengadakan tes kecocokan sumsum  tulang yoora dengan ra eun.
“ya tuhan ,, semoga sumsum tulang ini cocok “ ujar key berharap.
Key dan minho mulai pemeriksaan selama beberapa hari dan kini hasilnya sudah bisa di lihat di lab.

Bruuuuuggghhh !!
Key tersungkur melihat hasil lab itu,
“Pabbo !! pabbo !! hikshikshiks paboooooooooooooooo,, kenapa ya tuhaaaaaaaannnn hukhukhukhuk..” key menangis kencang karna ternyata hasil tes itu menunjukkan hanya  20% kecocokannya, maka dari itu sekarang ra eun benar2 tidak ada harapan lagi.
“bangunlah ,, “ kata minho yg hamper  menangis.
“aku ini terlalu pabbo kan minho? Kenapa aku ini? Aku seorang dokter tapi kenapa aku tidak bisa menyelamatkan orang yg kucintai ?”
“jangan berfikir begitu, anggap saja ini takdir”
Key berlari  ke ruangan Ra eun.


Ra eun mulai menggerakkan jarinya, key  melihat itu dan ia langsung mengajak ra eun bicara.
“Ra eun apa kau dengar aku/?”
Ra eun hanya terdiam.
“Dokter kim !!” jelas ra eun  sambil menitikkan air matanya..
“ra eun .. kau sudah sadar .. ? “
“aku bosan ada disini , boleh aku pergi ke pantai denganmu?”
“emh… tapi kau belum sembuh”
“omong kosong , kau tahu kan aku tidak akan sembuh, aku tidak ingin menyianyiakan waktuku untuk ini , aku hanya ingin pergi ke pantai”
“ne.. aku akan membawamu.”
Key mengajak Ra eun keluar kamar namun sayangnya di luar sedang hujan , akhirnya mereka tidak jadi ke pantai , mereka hanya duduk di taman belakang RS melihat hujan.
“Kenapa musim panas begini turun hujan ya?” Tanya ra eun yg duduk di kursi roda.
“kau lupa ya, ini sudah bulan september, makanya hujan..” kata key yg tersenyum kecil.
“kenapa kau sekarang disini bersamaku?”
“karna aku ingin”
“ingin apa?”
“menemani orang yg ku cintai melihat hujan”
“jinja? Kenapa sekarang kau terlihat bodoh dokter kim hehe?”
“gwenchana , selama kau senang.. “
“benarkah kau mencintaiku?”
“tentu, aku sangat mencintaimu , kau tidak percaya padaku?”
“anyyi.. hehe.. dokter ,, boleh aku memanggilmu changi~aa?”
“ne ,, tentu saja aku sangat senang.”
“aku juga mencintaimu dokter” ujar Ra eun.
“kau tunggu disini sebentar.”
Key berlari entah mau kemana dia. Ra eun hanya melihat aneh.
Key terus berlari ditengah derasnya hujan, ia menelusuri toko di pinggir kota , sampai akhirnya ia masuk ke dalam toko perhiasan.
“hosh hosh hosh,,, bagaimana apa kalung itu sudah jadi?” kata key yg basah kuyup, sementara orang lain hanya melihat key aneh.
“oh ne.. ini “
“gomawo “ setelah mengambil sebuah kalung berinisial K.Y  ia berlari lagi untuk menghampiri ra eun yg sedang menunggu..
Bruugghhh!! Key terjatuh menimpa trotoar jalan, lututnya terluka dan celanya sobek.
“aku harus cepat kesana “
Key berlari lagi sambil terengah2 ia tersenyum sambil menangis,
“aku akan menikahimu ra eun, aku akan berikan segalanya untukmu “ kata key mengusap air yg membasahi matanya.
Brakkkkk !!!
Key tersungkur lagi ke dalam genangan air  karna terpeleset.
“aaaaahhkk !!” kakinya terkilir, ia pun berlari kecil sambil menahan sakit di kakinya.
“aku tidak boleh terlambat.”
Sesampainya di RS key menemui ra eun di tempat semula, ternyata ra eun memejamkan matanya.
Key terbelalak melihat itu dan tersungkur di kaki ra eun.
“jangan pergi dulu, aku mohon hikshikshiks” key menangis sesenggukkan.
Tidak lama key merasakan ada yg meraba  rambutnya
“ra eun !! “ key memeluk key
“kau .. kau masih…”
“masih hidup? Hehe”
“ahahaha.. ne aku kira kau sudah .. “ kata key yg tersenyu sambil menahan tangis.
“aku hanya memejamkan mata sejenak saja , kalau aku tidur aku takut tidak bisa membuka mataku lagi”
Key lebih erat memeluk ra eun  sambil menahan air matanya.
“kakimu terluka ,, kau kenapa ? boleh aku mengobatimu?”
“gwenchana .. aku hanya ingin memberikan ini untukmu , “
“apa ini?”
“menikahlah denganku , aku akan selalu melindungimu”
“kim kibum? Kau?” key segera mencium bibir ra eun dengan lembut.
“sarangheo “
==
Esok harinya key dan ra eun bersiap ke pantai, namun kondisi ra eun sudah sangat parah, ia berusaha menutupinya dari key.
Sesampainya di pantai key dan ra eun duduk di pasir pantai yg putih itu sambil key memeluk tubuh ra eun dari belakang.
“aku punya sesuatu untukmu , ini”
Kata ra eun memberikan sebuah kotak berukuran sedang.
“mwo ? apa ini?”
“ini nanti saja kau bukanya okey? “
“baiklah, sekarang kau mau melakukan apa?”
“aku ingin melukismu , “
Key terdiam sejenak, “ okey boleh.” Key menyiapkan alat2 untuk melukis.
Setelah itu Ra eun melukis key, key berusaha tersenyum namun air matanya tetap jatuh.
Sesekali key mengusap air matanya.
Sudah selesai melukis ra eun pun memeluk tubuh key.
“Changi`aa.. aku akan slalu mencintaimu , aku sangat bahagia bisa bersamamu selama ini, biarkan aku melihat wajahmu sekarang” kata Ra eun yg tersenyum kecil, wajahnya sangat pucat dan terlihat lemah, perlahan darah dari hidungnya mulai keluar, key mengusap darah itu sambil berusaha tersenyum
“biarkan darah itu keluar oppa, karna aku sudah mengikhlaskan semuanya, sekarang  tinggal kau yg mengikhlaskan semuanya tentangku, jika aku akan pergi sekarang maka aku akan sangat bahagia, karna rasa sakitku ini akan segera berakhir”
Key mulai berderai air mata
“jangan katakana itu lagi.. aku mohon , aku akan menjagamu hikshiks.. ”
“aku juga akn menjagamu oppa , aku sudah tidak kuat lagi menahan semuanya.demi cinta kita aku mohon biarkan aku pergi”
Key berfikir sebenatra.
setelah itu ia menatap wajah Ra eun yg entah sudah tidak bisa dikatakan sebagai manusia yg sehat lagi.
“ne.. hikshiks.. aku sudah ikhlas jika kau harus pergi, jika kau ingin pergi , tolong bawalah kenangan manis sewaktu kita bersama , walupun hanya sedikit aku harap kau bisa membawaku bersamamu.hikshikshiks” key menangis hamper tanpa henti.
“Gamshahamnida “ ujar ra eun tersenyum lalu memejamkan mata untuk selamanya.
“Ra eun ? yoon ra eun? Yooon ra euuuuunnnnnn !! aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!” teriak key sambil menangis hebat, ia masih memeluk ra eun erat.
==
Esok harinya Adalah pemakaman ra eun.
Terlihat yoora, aomma Ra eun dan eomma yoora yg menangis sesenggukkan.
“kau sudah berusaha keras dokter kim ,” kata miho menepuk bahu key mengisyaratkan agar key tabah.
Key hanya menangis dengan wajah yg pucat.
Terpajang foto Ra eun dengan senyumannya.
==
Selesai pemakaman key pulang kerumah dan membuka kotak yg diberikan oleh Ra eun.
Ternyata berisi surat.
Kim kibum, bagiku dia orang yang menyebalkan ! tapi ada satu yg aku tidak mengerti , kenapa aku harus mencintai namja itu? Bukankah ia slalu membuatku kesal? Haha , ne itu semua karna rasa kagumku padanya, dia dokter yg hebat, aku mulai mencintainya saat ia sering mengajakku pulang bersamanya, ia begitu perhatian dan menyayangiku sehingga aku jatuh hati padanya, Aku sangat mencintainya, akankah dia sempat mengetahuinya? Aku tidak yakin , itu karna apa yg sekarang terjadi padaku, Kanker darah ini akan segera merenggut nyawaku, aku akan slalu mengingatnya saat aku mati nanti.
Surat ke 2.
Sarangheo !!
Hanya itu yg bisa aku katakana di akhir penghujung hidupku, mungkin terlalu sulit untuk ku katakana langsung, sungguh aku tidak kuat menahan air mata jika melihat wajahmu. Hati ini slalu milikmu Key Oppa.

Setelah key membaca surat itu , ia melihat ada banayak skali lukisan dirinya yg di lukis ole Ra eun, ad expresi key saat marah, saat cemberut, saat tertawa, dan saat melamun.
Ternyata selama ini ra eun begitu memperhatikan key , namun key saja yg tidak sadar.
Key menangis lagi untuk kesekian kalinya.
Sampai akhirnya ia putuskan untuk pergi untuk menghilangkan kesedihannya.
Key menggas mobilnya. Ia berjalan perlahan mengitari garasi apartemennya.
Sampai di café ia bersiap menyebrang
Brakkkkkkkkk !!

Tiba2 tubuhnya menghantam sebuah truk yg ada di hadapannya.
Key tak sadarkan diri lagi , ia telah meninggal dunia.
Semua lukisan yg ia pegang berhamburan . Darah key mewarnai lukisan2 itu.

Terlihat pemandangan pantai yg sangat cerah, ternyata yoora dan Minho sedang berlibur ke pantai bersama eomma yoora dan eomma ra eun , mereka terlihat sedang mengobrol sambil tertawa.
Terlihat key dan ra eun mengenakan baju putih melihat dari kejauhan ..Kini key dan ra eun sudah berada di alam yg sama , mereka tersenyum melihat ombak2 dipantai
“Aku dank au akan selalu bersama kan?” Tanya key.
“ne ,“ kata Ra eun tersenyum.

THE END




Tidak ada komentar:

Posting Komentar